Ke Merapi Berdua

RENCANA
Sekitar bulan Maret, beberapa teman saya berangkat ke Sindoro. Gunung yang selain letaknya tidak jauh dari Sumbing, juga sama-sama lumayan ekstrim. Waktu itu saya nggak bisa ikut karena ada janji nonton Banda Neira tepat di hari keberangkatan mereka. Sedih memang, tapi ya ngga papa, besok lagi maasih bisa pikir saya. Atas dasar ketidak-ikutan itulah, seminggu setelahnya saya mulai lempar wacana ke beberapa teman yang kemarin belum sempat ikut Sindoro. Saya mengira-ngira, paling tidak tiga-empat orang pasti mau.
 
Tapi, dari beberapa yang saya ajak; Boweng (yang ikut ke Sumbing taun kemarin), Joko (yang waktu itu lagi persiapan mau ujian skripsi+yudisium), dan Imam, cuma Imam yang sepertinya paling bisa berangkat. Boweng punya alasan cuaca lagi jelek dan banyak badai, Joko mau yudisium, sedangkan Imam paling lemah argumentasinya (ujian skripsi masih embuh, kuliah nggak seminggu penuh, dan belum mulai penelitian).
 

Continue reading Ke Merapi Berdua

Advertisements

Antara Jogja-Cemoro Sewu, Selama 13 Jam

Rabu malam pukul 20.00, 18 Februari, teman saya bertanya saya mau kemana kok tiba-tiba membatalkan rencana mengerjakan kerjaan yang sudah hampir deadline. “Edan, ra mikir tenan!!” teman saya berkata, begitu saya menjawab mau ke Cemoro Sewu (gunung Lawu). Mungkin dikiranya mau mendaki lagi atau gimana. Teman saya ini tidak salah ngomong, dengan waktu yang sehari itu, kelihatannya saya nekat banget main ke Cemoro Sewu pakai angkutan umum (kereta, bis, dan angkot). Saya memang gila. Atau lebih tepatnya kita (karena saya bawa pacar saya) dan yang ngajak harus hari itu juga dia.

 
ini tempat tujuannya


Baiklah, anggap saja kita sama-sama gila, dua orang yang sama-sama gila.
 

Continue reading Antara Jogja-Cemoro Sewu, Selama 13 Jam

Hujan di Bulan Desember


Bulan Desember selalu punya cerita lebih untuk dibicarakan lagi, apalagi soal hujan didalamnya.

Mungkin anda pernah mengalami ini; Ketika berada di taman belakang kampus siang-siang, tiba-tiba langit mendung, angin yang lumayan kencang datang, dan daun-daun di pepohonan yang anda jadikan tempat berteduh itu berguguran, lalu salah satu daun mengenai wajah anda seketika, sejuk. Ada banyak hal yang membuat suasana menjadi sangat Desember. Hal yang barusan adalah salah satunya. 
Continue reading Hujan di Bulan Desember

Bermain Hujan

Budhe: “kamu kalo pas hujan dirumah suka hujan-hujanan juga nggak, dek?”
Saya: “suka, budhe.. tapi ya pasti dimarahin kalo hujan-hujanan. Paling cuma lihat dari rumah, atau dari depan rumah kalo temen-temen lagi main bola atau lagi lari-larian”. 
Budhe: “tapi pernah hujan-hujanan juga kan?”
 
Saya: “ya sering budhe, sembunyi-sembunyi.. tapi tetep seneng biar besoknya bisa batuk sama pilek..”
Budhe: “nah kan, besok tak bilangin ibumu, wisnu sering ngeyel… sering main hujan-hujanan, sering mandi di kali, sering naik pohon rambutannya pak ****, sering nyari cethul, sering nglempari rumahnya pak ****, sering bolos TPA terus main di kolam, sering jajan nggak bayar diwarungnya ****

kata budhe sambil nyubiti perut dan ngacak-acak rambut saya gemes. Kira-kira 14 tahun yang lalu, ketika saya masih kelas 2 SD.

Continue reading Bermain Hujan

Is it Just Me, Or?


“….Yang perlu diingat; kita pernah muda bareng, dan sempat menua bersama beberapa saat. Tanggal-tanggal di setiap foto itu tidak diciptakan secara percuma, tanggal-tanggal itu sengaja dibuat sebagai pengingat; bahwa waktu benar-benar berjalan dan tidak bisa diajak putar balik….”– (dari salah satu paragraf di postingan ini)

***
Tadi siang draft usulan judul skripsi saya selesai. Tinggal di print dan diajukan ke tim verifikasi jurusan > kemudian di acc > diarahkan ke dosen pembimbing dan dosen narasumber > bimbingan beberapa kali > seminar proposal skripsi > penelitian > sidang > wisuda > lulus > jadi wakil bupati Wamena.
Tapi kita semua yakin, nggak akan segampang itu.

Continue reading Is it Just Me, Or?