Banda Neira hilang, dan tidak akan berganti

Beberapa bulan lalu saya terlibat obrolan dengan teman (cewek) via whatsapp, teman saya ini sedang berada di kota berbeda. Saya lupa gimana awalnya, tiba-tiba kami mulai membicarakan Banda Neira, band yang sama-sama kami sukai. Saat itu Banda Neira sedang vakum karena Rara Sekar melanjutkan kuliah di New Zaeland, sedangkan Ananda Badudu tetap di Indonesia, tetap jadi jurnalis Tempo.

“Banda Neira udah mau bubar tuh kayanya.. si Nanda sakit ati ditinggal nikah sama Rara”.

“iya, kasian sih, diajari main musik, diajak bikin proyek duo, tetep difriendzone juga, bertaun-taun pula, sampe ditinggal nikah.. bangsat emang”

“hahaha, lagian susah kali udah kaya gitu, udah terkenal mau pacaran apa gimana kan susah”…

“lah Endah N Rhesa malah suami istri, sampe sekarang masih ada, gimana tuh”…

“iya sih ya”. Continue reading Banda Neira hilang, dan tidak akan berganti

Advertisements

Musim Hujan Telah Tiba

Musim hujan sudah tiba di Jogja. Sebenarnya tibanya hujan juga tidak baru-baru ini, kurang lebih hujan pertama datang di November kemarin. Rutinitas hujan di tiap sore baru ada beberapa Minggu ini. Tapi, baru beberapa minggu pun hujan sudah membuat susah orang-orang yang tinggal di perkotaan. Banjir, macet, banjir, angin ribut, kilatan petir yang sering menyambar antena jaringan internet atau tower sinyal. Memang, hujan ini banyak menyusahkan saja (bagi orang-orang di perkotaan).

Atau memang cuma orang-orang perkotaannya saja yang dikit-dikit ngeluh? hujan deras agak lama takut banjir, jalan jadi macet, janjian bertemu dengan seseorang bisa telat. Atau, saat musim kemarau panjang gara-gara El Nino kemarin juga mengeluh kepanasan, sudah hidup di kota di daerah tropis, kena musim kemarau berkepanjangan, bakar saja sekalian. Continue reading Musim Hujan Telah Tiba

Setelah Ini Apa Lagi?

Saya pernah terlibat obrolan kecil dengan seorang bapak-bapak penjual koran dan majalah di daerah Cebongan yang jadi langganan bapak saya beli koran dan sesekali beli tabloid Bola (bapak saya tiap hari beli koran tapi herannya tidak pernah berlangganan langsung). Obrolan tersebut terjadi pertengahan tahun 2014 lalu, sebelum pilpres.

Pagi dihari Sabtu itu, saya mampir ke kiosnya untuk membeli koran biasanya, pagi itu saya baru selesai bersepeda dan sudah berencana mampir sebelumnya. Karena memang sudah mendung, hujan turun juga tepat sebelum saya pergi. Terpaksa saya neduh dan numpang baca koran disitu, sambil diajak ngobrol bapak-bapak yang enteng suara dan cerita ini. Ya, saya juga heran kok ya tiba-tiba ingat hal ini.. Continue reading Setelah Ini Apa Lagi?

Hujan di Bulan Desember


Bulan Desember selalu punya cerita lebih untuk dibicarakan lagi, apalagi soal hujan didalamnya.

Mungkin anda pernah mengalami ini; Ketika berada di taman belakang kampus siang-siang, tiba-tiba langit mendung, angin yang lumayan kencang datang, dan daun-daun di pepohonan yang anda jadikan tempat berteduh itu berguguran, lalu salah satu daun mengenai wajah anda seketika, sejuk. Ada banyak hal yang membuat suasana menjadi sangat Desember. Hal yang barusan adalah salah satunya. 
Continue reading Hujan di Bulan Desember

Bermain Hujan

Budhe: “kamu kalo pas hujan dirumah suka hujan-hujanan juga nggak, dek?”
Saya: “suka, budhe.. tapi ya pasti dimarahin kalo hujan-hujanan. Paling cuma lihat dari rumah, atau dari depan rumah kalo temen-temen lagi main bola atau lagi lari-larian”. 
Budhe: “tapi pernah hujan-hujanan juga kan?”
 
Saya: “ya sering budhe, sembunyi-sembunyi.. tapi tetep seneng biar besoknya bisa batuk sama pilek..”
Budhe: “nah kan, besok tak bilangin ibumu, wisnu sering ngeyel… sering main hujan-hujanan, sering mandi di kali, sering naik pohon rambutannya pak ****, sering nyari cethul, sering nglempari rumahnya pak ****, sering bolos TPA terus main di kolam, sering jajan nggak bayar diwarungnya ****

kata budhe sambil nyubiti perut dan ngacak-acak rambut saya gemes. Kira-kira 14 tahun yang lalu, ketika saya masih kelas 2 SD.

Continue reading Bermain Hujan

Is it Just Me, Or?


“….Yang perlu diingat; kita pernah muda bareng, dan sempat menua bersama beberapa saat. Tanggal-tanggal di setiap foto itu tidak diciptakan secara percuma, tanggal-tanggal itu sengaja dibuat sebagai pengingat; bahwa waktu benar-benar berjalan dan tidak bisa diajak putar balik….”– (dari salah satu paragraf di postingan ini)

***
Tadi siang draft usulan judul skripsi saya selesai. Tinggal di print dan diajukan ke tim verifikasi jurusan > kemudian di acc > diarahkan ke dosen pembimbing dan dosen narasumber > bimbingan beberapa kali > seminar proposal skripsi > penelitian > sidang > wisuda > lulus > jadi wakil bupati Wamena.
Tapi kita semua yakin, nggak akan segampang itu.

Continue reading Is it Just Me, Or?

Apa Kabar?

Apa kabar?

Hari Rabu kemarin dilewati dengan rutinitas yang sama seperti hari sebelum-sebelumnya. Dimulai dengan bangun jam setengah enam pagi, beres-beres dan langsung ke sekolah lokasi PPL. Karena sudah tidak ada jadwal ngajar di kelas, kita hanya nongkrong dan ngobrol-ngobrol gila di posko PPL yang kemudian dilanjutkan di kantin sekolah sambil ngopi, sebuah rutinitas biasa selama KKN-PPL. Rutinitas, yang tak terasa sudah dilalui selama dua setengah bulan ini.

Agak melow juga beberapa hari belakangan ini ketika ngobrol sama teman-teman PPL UNNES, anak kelas 1 sampai 3 kebanyakan, dan guru-guru tentu saja. Yang sering bilang; “mas mbak-mbak udah mau pergi ya.. jadi sepi lagi dong”… “mas, besok sering-sering main kesini lagi ya, atau kalo kita ke Jogja ditemenin mainnya”… “mas, besok jadi guru sini aja, ngajarnya itu lho enak banget”… “mas, jangan lupa RPP semester dua ya, besok kasihkan soft file nya ke saya”… “yaa, kalau kalian pergi, jadi sepi dong”… Continue reading Apa Kabar?