Menghilang ke Semeru (Bagian I): Merencanakan perjalanan

“I read somewhere… how important it is in life not necessarily to be strong, but to feel strong… to measure yourself at least once.”  ― Jon Krakauer, Into the Wild

Wacana gila berangkat ke Semeru sendirian berawal dari kegelisahan saya setelah rencana mendaki ke gunung Slamet pada libur lebaran batal karena minim personel yang mengiyakan ajakan. Dari beberapa orang yang masuk list (saya, Anggoro, Ali, Iqbal, Joko, Boweng, Lulut, Imam, Aji), hanya saya dan Anggoro yang bisa, itupun karena yang punya inisiatif kita berdua. Terpaksa rencana ke Slamet harus dibatalkan.

Saya gelisah, ada perasaan kecewa yang lumayan pekat, sepanjang tahun ini saya belum pernah naik gunung sama sekali, berkali-kali merencanakan pendakian ke Sindoro juga selalu gagal. Kesimpulannya, saya tidak bisa terus mengandalkan teman-teman saya yang mulai tidak bisa diprediksi waktu libur barengnya.

Sebenarnya bau-bau tidak enak kegagalan ke Slamet sudah tercium dari awal, saya juga tidak se optimis biasanya. Dari awal saya mikir, kalau ke Slamet gagal harus tetap jalan sendiri, walaupun belum diputuskan mau kemana. Yang penting saya mau bikin kejutan ke mereka, teman-teman saya. Mulai H-2 lebaran saya rutin lari pagi dan sore lagi, memanfaatkan ketidak-puasaan saya karena sakit radang tenggorokan.

Pada saat kumpul keluarga di hari lebaran, salah satu om saya dari Jakarta (Om Daulah) nanya; “liburnya lama kan Wis? mau main kemana nih?..” Saat itu saya sedang makan dan dikerubuti ponakan, dengan asal saya jawab: “mo naik gunung om, ke Semeru”, “wih, keren tuh, sama siapa?”.. pertanyan terakhir tidak terjawab, saya cuma senyum dan mbatin “…wtf, ke Semeru?”.

Ternyata ibu saya yang ada disitu dengar, heran dan tidak percaya. Saya yang seminggu menjelang lebaran sakit radang tenggorokan, tidak puasa, dan hanya dirumah saja mau ke Semeru!.. karena sudah terlanjur ngomong, saya lanjutkan obrolan dengan om, bilang mau berangkat Selasa tanggal 12 besok.

Malemnya saya mikir keras dan lupa tidur; ke Semeru sendiri, NDASMU KUI…

Besoknya, saya mulai cari referensi sebanyak mungkin tentang perjalanan ke Semeru. Berbekal riset kecil-kecilan soal transportasi, manajemen perjalanan dan logistik, dan buka-buka forum pendaki buat nyari barengan. Akhirnya mantap sudah, sisa libur lebaran ini saya akan ke Semeru, berangkat dari Jogja Selasa malam 12 Juli naik KA Malioboro Ekspres.

Setelah ngubek-ubek forum di grup facebook dan kaskus, akhirnya nemu teman barengan dari Bandung namanya mas Iwan Yanuar. Soal teman barengan, awalnya saya sudah sepakat dengan tetangga yang tinggal di Bekasi dan satu temannya buat berangkat bertiga. Tapi siial, dua hari sebelum berangkat mereka mendadak tidak bisa melanjutkan rencana, padahal sudah beli tiket KA katanya.

Selain teman barengan, saya juga baca-baca dan belajar banyak soal logistik dan asupan nutrisi yang praktis tapi bisa diandalkan dalam pendakian. Karena mendaki Semeru tidak bisa dilakukan dalam sehari, perlu logistik yang lebih dari pendakian yang bisa dilakukan dalam 24 jam.

Menurut Belantara Indonesia, ada beberapa hal yang jadi pertimbangan dalam mempersiapkan logistik dalam sebuah perjalanan, yaitu; kandungan kalori tinggi, tahan lama, penyajiannya gampang, ringan, irit ruang, murah, mudah diserap tubuh, juga bisa untuk melawan dinginnya cuaca. Setelah mempertimbangkan hal-hal diatas, logistik yang saya bawa adalah:

  1. Beras 0.5 liter
  2. Kentang 8 buah
  3. Wortel 3 buah
  4. Sereal Quaker Oatmeal kemasan 200 gram
  5. Mi instan 3 bungkus
  6. Energen 2 kotak (12 kemasan sachet)
  7. Milo 2 kotak (10 kemasan sachet)
  8. Coklat toblerone kemasan 100 gram 3 buah
  9. Coklat roka-roka 10 buah (sisa lebaran)
  10. Meses coklat kemasan 150 gram
  11. Gula pasir 0.5 kg
  12. Abon sapi kemasan 100 gram
  13. Madu kemasan 28 gram 5 sachet
  14. Antangin kemasan 25 gram 5 sachet
  15. Roti sobek kemasan 60 gram 2 bungkus

Kandungan kalori per 100 gram; nasi 178 kalori, kentang 90 kalori, Roti 248 kalori, gula pasir 364 kalori, madu 294 kalori, coklat 472 kalori, abon sapi 316 kalori, sereal 450 kalori, energen 390 kalori, milo 360 kalori, mie instan 400 kalori. Cukup lah buat mengisi perut sixpack saya selama 4 hari, batin saya. Untuk air saya berencana membawa 4 liter, dengan asumsi dapat menambah pasokan air di Ranu Kumbolo dan Sumber Mani.

Karena cuma membawa carrier 45 liter, saya harus memaksimalkan ruang yang tersedia. meletakkan milo dan energen di nesting, menusuk semua kemasan makanan agar udara keluar, mengumpulkannya (menumpuk) dalam plastik-plastik kecil 1 liter an, meremas mie instan, memadatkan roti sobek, meletakkan milo dan energen di nesting, dan semua makanan kecil (coklat, madu, meses) ada di saku celana dan tas pinggang. Begitulah packing sok ultralight gila saya.

Selain nge-list daftar makanan, saya juga mengatur jadwal dan menu makan selama perjalanan, meski kedepan jadwal tersebut tidak banyak saya gunakan. Jadwal ini saya gabungkan dengan itinerary selama perjalanan Semeru.

Estimasi Waktu Pendakian Ke Gunung Semeru
Hari Pertama, Rabu
07.00 – 09.00  Perjalanan ke Tumpang dari Stasiun
10.00 – 13.00 Sarapan dan mempersiapkan kebutuhan yang masih kurang
13.00 – 14.00 Pasar Tumpang menuju pos perijinan Ranupane (2100 mdpl)
14.00 – 19.00 Makan siang, mengurus perijinan dan breafing dari TNBTS
07.00 – 09.04 Jalan dari Ranupane ke Ranu Kumbolo (2383 mdpl)
19.00 – 06.00 Masak Mie Instan + Kentang, Energen + Milo; istirahat
Hari Kedua, Kamis
06.00 – 08.00 Masak nasi, membuat sup kentang+wortel, Membuat Sereal 1 porsi, dan Milo+energen 1 gelas; sarapan dan packing
08.00 – 09.00 Jalan Ranu Kumbolo ke Oro-Oro Ombo
09.00 – 13.00 Oro-Oro Ombo ke Camp Kalimati
13.00 – 23.00  Mendirikan tenda; masak nasi + mie instan, membuat sereal+energen+ milo; makan siang dan istirahat
23.00 – 00.00 masak sereal + energen + milo + meses + coklat (campur); sarapan,  persiapan ke puncak gunung semeru
Hari Ketiga, Jumat
00.00 – 02.00 Trekking Camp Kalimati ke Arcopodo (2912 mdpl)
02.00 – 03.00 Arcopodo ke batas vegetasi
03.00 – 06.00 batas vegetasi ke puncak Mahameru (3676 mdpl); bekal makan: roti sobek, coklat, madu, air 1 lt, sereal hangat
06.00 – 08.00 Istirahat dan berfoto di puncak Mahameru
08.00 – 10.00 Turun dari puncak ke Kalimati
10.00 – 13.00 Istirahat; masak nasi, sup kentang + wortel, sereal;  packing
13.00 – 16.00 Turun dari kalimati ke ranu kumbolo
16.00 – 06.00 Mendirikan tenda; masak nasi, mie instan, sereal + energen + milo; istirahat
Hari Keempat, Sabtu
06.00 – 08.00 Bangun; masak nasi, sereal + energen + milo; sarapan dan packing
08.00 – 12.00 Turun dari ranu kumbolo ke ranupane
12.00 – 13.00 Istirahat dan persiapan ke Malang
13.00 – 15.00 Ranupane ke Kota Malang

tabel itinerary perjalanan ke Semeru 12-17 Juli 2016

Oiya, seperti yang sudah saya tulis, saya mau bikin kejutan ke teman-teman saya. Jadi yang tau rencana keberangkatan saya ke Semeru cuma keluarga, Imam (yang saya minta pinjami beberapa gear), dan Pak Taka (Kanopi Adventure) dimana demi kenyamanan dan keamanan, saya pinjam tenda kapasitas 4 orang. Ternyata keputusan untuk tidak bilang pada siapa-siapa soal perjalanan ini bikin saya repot nantinya.

Bersambung ke Bagian II.

Advertisements

Published by

wisnu putra danarto

mantan ketua panitia lomba balap karung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s