Waktu Yang Benar-Benar Berjalan

Petang kemarin, ketika saya baru pulang dari kampus, saya lihat ada motor terparkir didepan rumah saya. Sebenarnya biasa saja sih, soalnya sebelah rumah saya ada angkringan, jadi kalaupun ada (banyak) motor parkir di sekitar rumah saya sudah biasa. tapi bedanya motor tadi parkir didepan pintu rumah, dan sebenarnya itu juga nggak apa-apa sih, sudah biasa. Yang membuat saya sedikit kaget ternyata orang yang parkir itu teman (cewek) SMP. Ketika saya pas berhenti didepan rumah, teman saya ini sudah dalam posisi memakai-helm-dan-mau-pergi.

Spontan saya menyapa dan menyalami sambil basa-basi “tumben jajan diangkringan (rumah saya deket angkringan, red), mampir dulu nggak?” yang dijawab “sok tau kamu, lah ini baru keluar dari rumahmu..”. Saya yang memiliki tingkat pemahaman setaraf dengan tarsius mendadak bingung, kemudian menganalisa “ngapain anak ini main kerumah, cuma sebentar, nggak nunggu saya pulang, langsung pergi”. Beberapa puluh detik kemudian saat teman saya hampir menjelaskan maksud kedatangannya, saya ngomong; “oh, ya ya..(sambil mengangguk-angguk) emang kapan?.. tanya saya sok tau menanyakan waktu (entah waktu apa) padahal belum tau dia datang untuk apa. Kemudian dia menjawab “halah lihat saja di undangan” kemudian pamit dan berlalu dengan sopan. Continue reading Waktu Yang Benar-Benar Berjalan

Pagi Ini Hujan

Tadi pagi hujan, seperti biasanya, hujan pasti turun air dari langit.. (abaikan ini)

Tapi tidak seperti biasanya, hujan ini turun saat saya baru mulai membuka mata dari tidur saya. Ya, tidak seperti biasanya.. Entah kenapa, hujan dipagi hari, tidak seperti biasanya..

Bagi sebagian orang hujan dipagi ini mungkin hanyalah salah satu gangguan untuk memulai rutinitas lagi. Tapi, bagi orang selo (nggak ada kerjaan) seperti saya, hujan tadi pagi lagi-lagi membuat saya berpikir. Continue reading Pagi Ini Hujan