Optimis-Pesimis ini yang Masih Mengganggu

 Optimis atau pesimis adalah cara pandang terhadap suatu fenomena sekarang dan atau masa datang yang dapat juga berdasarkan pelajaran masa lalu. Optimis adalah positif dan pesimis adalah negatif. Sebagian dari manusia adalah orang yang penuh optimisme sedangkan sebagian lain penuh pesimisme menyikapi masa sekarang dan memprediksi masa depan. Sesungguhnya, kedua hal tersebut adalah pilihan (dari Wikipedia)…
Tapi kalau semisal diantara keduanya tidak ada yang lebih pantas untuk dipilih, untuk apa..
1. Katakanlah begini, jika seseoarang menghadapi satu masalah, misalnya ketika akan menghadapi ujian. dimana dalam ujian ini, belum pernah dipelajarinya atau mungkin hanya mendapatkan sekilas. Saat ujian ini akan dimulai, apa perasaan terkuat yang muncul dari dirinya.. apakah optimisme akan menyelesaikan ujiannya dengan baik dan dapat nilai baik pula, padahal kenyataannya soal yang akan dihadapinya sama sekali belum diketahuinya. Ataukah pesimis, karena memang pada dasarnya dia tidak mengetahui yang akan dihadapinya walaupun dia optimis bisa dengan segala kepercayaan dan sugestinya.
Lalu ketika hasil ujian dibagikan dan orang tersebut mendapat nilai yang buruk seperti apa yang dikerjakannya. Karena pada dasarnya hukum kemungkinan memang begitu, SEBERAPA YANG DIHASILKAN ADALAH SEBERAPA YANG DIUSAHAKAN. Lalu optimisme dan sugesti-sugesti positif tadi untuk apa, bukankah sama hasilnya dengan orang yang pesimis? dan kalaupun orang tadi sempat pesimis lalu mendapatkan hasil buruk, tidakkah dia akan kecewa, setidaknya dia sudah mengira kalau apa yang diusahakannya tidak akan menghasilkan lebih.. kalau realita yang ada tidak mengizinkan kita untuk optimis, akankah berarti realita selalu mengajarkan pesimisme…
Saya sudah lama memikirkan ini, tapi tidak pernah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi, untuk apa..
2. Saya suka membaca sejarah. Dalam Catatan Seorang Demonstran-nya Soe Hok Gie “sadar sejarah adalah sadar akan kesia-siaan nilai” jujur saya sangat terpengaruh oleh quotes ini, pesimis dan kelam tanpa mengaburkan sedikit keyakinan yang tersirat.
Sejarah adalah masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Karena apa yang kita lakukan sekarang adalah sejarah, minimal untuk diri kita sendiri.
Tapi, bila semua yang ada dalam catatan sejarah hanya berupa peperangan, penghianatan, kebencian, saling membunuh, saling mengalahkan atau saling menjatuhkan. masihkah kita optimis, bukankah masa depan adalah sejarah yang akan berulang, lagi dan lagi.. lalu, untuk apa…
Dan memang sudah terbukti. lihatlah awal kejatuhan Adolf Hitler tahun 1942 karena keserakahannya menguasai Eropa, dia menyerang Rusia dengan arogansi dan tanpa perhitungan matang sampai akhirnya mendapat serangan balik dari tentara gabungan prajurit Rusia dan Ukraina dan musim dingin yang mematikan di Rusia. bukankan itu sama dengan awal kejatuhan Napoleon Bonaparte 100 tahun sebelumnya, yang dijatuhkan juga oleh musim dingin Rusia dan ke-arogansian-nya sendiri untuk menguasai Eropa. Ini sama dengan kejatuhan Soekarno dan Soeharto, sama-sama dijatuhkan mahasiswa, sama-sama dijatuhkan saat tua dan tidak berdaya.
Ya, sekali lagi sejarah selalu berulang-ulang. dan menimbulkan pesimisme.
3. Manusia adalah pelaku, aktor utama, kalau tidak ada manusia, walaupun ada materi lain selain manusia bahkan sebelum manusia ada. Tetapi kalau tidak ada manusia. Tetap, itu semua tidak berarti, bukankah yang menggolongkan material itu manusia, yang mengelompokkan semua material itu juga manusia, dan yang menciptakan ilmu pengetahuan juga manusia. Tanpa ada manusia, adakah ilmu pengetahuan, adakah teori-teori (many fucked up things), adakah kehidupan lain yang bisa dicatat, dipelajari,  atau suatu masalah untuk dipecahkan.. ya, kalau tidak ada manusia, tidak akan ada masalah. Kehidupan memang akan tetap berjalan, tapi untuk apa..
Descartes pernah berkata “Cogito ergo sum Saya berpikir maka saya ada. bahwa satu-satunya hal yang pasti di dunia ini adalah keberadaan seseorang sendiri. Keberadaan ini bisa dibuktikan dengan fakta bahwa ia bisa berpikir sendiri. Bernada angkuh dan anggun, Ya kebenaran bagaimanapun nadanya diucapkan, akan tetap terdengar anggun.
sampai sekarang, teori materialisme adalah teori yang paling tidak saya mengerti. Akankah ada hubungannya dengan optimis-pesimis, saya tidak tau..
lawan dari materialisme adalah eksistensialisme, tapi saya tidak peduli, apa gunanya ilmu diciptakan untuk tidak saling berkaitan, bukan-kah kita hidup dibumi yang satu, satu atap dan satu halaman, dan semua ini saling berhubungan..
4. Kalau yang namanya kesempurnaan itu tidak ada. Lalu kenapa kita terus mengejar kesempurnaan, apa berarti kita mengejar sesuatu yang tidak ada?.. untuk apa, kadang-kadang bila teringat satu pertanyaan ini, saya merasa tenang kembali. seolah berhenti sejenak dari semua rutinitas dan diingatkan kembali: UNTUK APA SEMUA INI..
5. Butterfly effect adalah suatu terminologi yang membuktikan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini terkoneksi dengan kejadian-kejadian lainnya. Salah satu sub-bagian dari Chaos Theory. Lalu bila semuanya sudah terhubung dan terkoneksi dengan kejadian-kejadian lainnnya dan semua sudah pasti terjadi. lalu akankah semua ‘usaha’ untuk merubahnya akan sia-sia?
entahlah, saya tetap pesimis dan untuk apa semuanya terjadi….
Advertisements

Jadi Anak NAKAL, Seharusnya Sudah Pernah

“Nakal adalah proses”
-gembeliber-
Saya masih ingat hari senin lalu saat kuliah Psikologi Pendidikan yang sedang mbahas anak-anak cerdas berbakat, dijelaskan bahwa anak yang masuk kategori cerdas berbakat biasanya cenderung berbeda dan memiliki keunikan dibanding anak-anak pada umumnya. Termasuk kenakalannya lebih kompleks dan lebih tidak terduga.. ya memang cuma segitu, walaupun kuliah selama 100 menit tapi saya Cuma ingat hal itu saja (jangan salahkan kapasitas ingatan saya yang cuma selevel sama buaya air tawar).
Ya, bahkan kenakalan-pun bisa menjadi indikator kecerdasan.
Dari sini saya bisa simpulkan bahwa setiap orang pernah melakukan satu kenakalan entah apapun itu. Karena menurut saya, dalam perkembangan dan pertumbuhan untuk menemukan karakter dan identitas diri, kenakalan itu penting. Setiap orang perlu jadi anak nakal atau minimal pernah jadi anak nakal, karena kenakalan adalah ekspresi dari ketidakpuasan-intelektual anak maupun remaja pada semua ketidak-sukaan dari yang dialaminya.
Anak yang nakal dikatakan cerdas karena dia sudah bisa menanggapi dan bereaksi terhadap beberapa hal yang tidak disenanginya walaupun mereka belum tau harus seperti apa reaksi yang akan dilakukannya.
Kenakalan selalu dilarang dan dihindari, sekolah mana yang memperbolehkan siswanya jadi anak nakal, sekolah formal mengajarkan setiap anak untuk menjalani kehidupan normal pada umumnya. Semua guru menamkan pola pikir bahwa siswa ideal adalah mereka yang rajin, disiplin dan tidak pernah masuk daftar buku hitam. memang pada dasarnya tidak ada guru yang suka anak nakal. Juga dirumah, orang tua mana yang memperbolehkan anaknya jadi anak nakal, mindset orang tua kurang lebih sama dengan guru disekolah.
Tapi di keluarga saya sedikit beda, orang tua saya, khususnya bapak saya tidak pernah menuntut saya untuk jadi anak yang baik, jadi anak yang kalem ataupun jadi anak manis. Bapak saya tidak pernah langsung marah atau menghukum setiap saya ketahuan berbuat satu kesalahan. Saya masih ingat waktu pertama kali ibu saya menemukan bungkus rokok ditas saya waktu kelas satu SMP, ibu saya otomatis langsung marah, sorenya bapak saya ngomong (dalam bahasa jawa); “kamu boleh ngrokok, tapi kalau sudah lulus sekolah dan sudah bisa beli sendiri pake uang-mu sendiri dan sudah tau sendiri baik buruknya ngrokok, bapak tidak mau kalau kamu jadi seperti bapak, ngrokok dari kelas lima SD dan tidak pernah bisa berhenti sampai sekarang dan menyusahkan orang lain”. Bahkan dalam kasus yang paling fatal, yaitu saat tetangga melihat saya sedang minum di satu konser waktu kelas satu SMA dan ngomong ke bapak saya, bapak saya cuma bilang “kalau kamu ingat berapa kali kamu sholat, pasti kamu tau berapa kerugian saat kamu meminum miras”.
Saya memang dibolehkan nakal dalam batas-batas tertentu asal berani bertanggung jawab dan menerima segala resiko yang akan saya terima. buat bapak saya yang penting saya tidak lupa sholat dan mengaji, asal nilai saya bagus, nakal itu sah.
Yap, saya juga pernah nakal (mungkin masih), beberapa kenakalan saya sukses membuat Ibu saya jadi akrab dengan guru BK waktu SMP dan jadi hapal jadwal les waktu SMA.. karena saya orang yang suka bicara jujur dan apa adanya (hehehe), berikut beberapa kenakalan (dan kebodohan) saya disekolah dan dirumah yang bahkan masih sering saya lakukan:
1.  Pura-pura sakit di UKS saat upacara Senin, ini umum dan banyak pengikutnya, sampai-sampai kalau ke UKS nya telat sudah gak kebagian tempat karena penuh. 

2.  Sparing (berantem) karena rebutan parkiran sepeda di SMP, saya hanya ikut-ikutan membantu teman, berhubung saya jalan kaki kalau berangkat sekolah. 
3.  Merubuhkan sepeda-sepeda di parkiran sampai ambruk berurutan, karena masih dendam saat kalah berantem. 
4.  Pipis sembarang tempat pas SMP, berhubung cuma ada beberapa WC dan jauh dari kelas saya saat itu. Jadilah pipis ditempat tempat yang dianggap aman rame-rame. terakhir kali menjalankan aksi dan kapok adalah saat saya pipis dibelakang pos satpam dan tau pas satpam teriak marah-marah  kalau tempat istirahatnya sudah dikencingi oleh anak ingusan yang identik dengan saya (dan memang saya). Saat itu saya merasa jadi buronan negara dan siap-siap mencari suaka hukum keluar negeri. 

5.  Memalak secara setengah halus pas SMA dengan ngamen dari kelas-kekelas untuk nonton pertandingan sepakbola atau nonton konser bareng-bareng. 

6.  Mengoleskan saos dan kecap di kursi kantin SMA. 

7.  Pesan makan dikantin dan pergi sebelum pesanan datang di SMP. 

8.  Merokok di dalam kelas dan di WC (the best place, sudah seperti surga) pas SMA   

9.  Pura-pura jadi murid aktif dengan banyak tanya, padahal gak tau sama sekali apa yang sedang dibahas dan menjadikannya sebagai bahan taruhan. 

10.  Menulis di papan tulis besar-besar “HARI INI PELAJARAN KOSONG KARENA AKAN ADA KUNJUNGAN DARI DINAS, -KETUA KELAS-” dan sukses mengajak teman-teman untuk bolos pas SMA. (entah siapa yang goblok). 

11.  Pas SMP menulis coretan nama-nama genk di tembok kelas dengan nama orang lain (anak kelas lain) dan sukses membuat orang itu dihukum. 

12.   Waktu SMP main kartu pas pelajaran dan ketahuan karena ada yang teriak waktu kalah (sudah jelas siapa yang goblok). 

13.   Waktu SMA, pas upacara Senin, berhubung pidato Kepsek adalah bagian paling membosankan, tiap ngomong satu kalimat langsung ditepuki tangan dan diteriaki HOREE..

“Jadi saya minta kepada semua murid untuk rajin-rajin belajar…. karena….”
HOREEEE!!! PLOK PLOK PLOK…..  biar cepat bubar..hahaha 

14.   Pas SMA, setelah class meeting tanding sepakbola dan basket antar kelas, dilanjutkan dengan main culik-culikan antar kelas, yang tertangkap sukses ditelanjangi rame-rame didalam kelas. 

15.   Mulai koleksi beberapa (tit).3gp waktu kelas tiga SMP. 

16.   Tidur dikelas dari jam pertama sampai pulang pas SMA dan hanya bangun pas istirahat gara-gara malamnya nonton final Liga Champions. 

17.   TK bolos satu bulan penuh. Salah satu alasan kenapa TK saya tiga tahun. 

18.   Pas SMP, digrebek pas PS an saat class meeting dan dengan gagah mencatatkan nama di kantor polisi. 

19.   Pipis di bak kamar mandi pas SD. 

20.   Menyulut bom asap pas buka bersama SMP terus dilempar ke aula, sebenarnya cuma ikutan, tapi hukumannya juga ikutan kena.

Nah, segitu yang masih saya ingat kenakalan pas sekolah, dan ternyata cukup banyak. Tidak ada tawuran karena saya gak suka (bukan takut). Sebenarnya masih cukup banyak sih, tapi terlalu memalukan buat ditulis disini.. hehehe. Hampir sama dengan kenakalan di rumah yang terlalu brutal dan memalukan untuk ditulis.
Bukan mau membanggakan kebodohan sendiri, cuma berbagi pengalaman dan untuk diambil positifnya, walaupun sepertinya tidak ada.
Anak nakal tau benar rumus tidakan dan resiko yang akan diterimanya. Sehingga biasanya mereka akan ikhlas tersenyum ketika dihukum. Dan sesungguhnya hukuman mengajarkan anak nakal untuk mengulangi kenakalan yang sama dengan cara yang lebih smooth dan tak terdeteksi, hahahaha..
karena nakal itu ekspresi dan bagian dari proses pembentukan karakter diri. Maka nakal itu ilmu, meski tak pernah diajarkan bahkan kenyataannya hampir semua orang tua dan yang lebih tua menolaknya. Sebagai proses, kenakalan juga mempunyai hasil akhir.
Sebagian besar teman kakak saya yang dulu saya anggap nakal dari tampilan dan gerak-geriknya, sekarang sudah sukses dan mapan karir ataupun mapan karakter. Karena mungkin mereka sudah menemukan output dari kegelisahan-kegelisahannya, atau karena saat remaja mereka sudah puas nakal, jadi ketika dewasa mereka hanya tinggal tertawa dan tak ingin mengulang mencobanya.
Anak nakal adalah yang paling mudah diingat meskipun sudah bertahun-tahun lulus dari sekolah dan percayalah reuni disekolah manapun tidak akan seru tanpa kehadiran anak-anak (yang dulunya) nakal.
CHEERS

Brigata Curva Sud: In Sleman we Trust, In Curva Sud we Burn


Cuma mau cerita, tadi sempat googling mau cari-cari berita sepakbola.. yap, mau nyari berita Juventus scudetto (juara). Sebenarnya gak terlalu suka juga sama Juventus, tapi berhubung yang juara bukan Ac Milan, jadi memberi ucapannya ke Juventus VAI ALLO JUVE SPECIALE SCUDETTO , entah artinya apa.. (jadi ketahuan kalo gak suka Milan)..

Oke, pertama-tama, saya memang suka sepakbola, main atau nonton. entah mengapa,meski permainan saya cuma selevel sama gajah sirkus main sepakbola tapi yang jelas saya selalu nunggu tiap minggu untuk nonton liga favorit saya; Liga Inggris dan Liga Italia.

Nah, berhubung saya suka sepakbola dan berhubung juga di daerah saya (Sleman, Yogyakarta) ada klub sepakbola, saya adalah salah satu suporternya.. klub itu adalah PSS Sleman. Dulu PSS sempat jadi tim papan atas di Liga Indonesia dengan masuk empat besar selama dua musim.



Saya sudah suka nonton ke stadion sejak SD kelas empat, saat masih ingusan dan belum seganteng gembel ini. Walaupun dilihat dari sudut mana saja saya gak pantes jadi ultras…

ya, gak ada kelompok suporter garis keras yang mau menerima anggota se-idiot ini


Di musim inisaya baru nonton sekali, itupun pas pertandingan terakhir. Walaupun sebenarnya pengen banget bisa nonton setiap PSS main dan menikmati atmosfer seperti di stadion Italia.


Sama seperti klub-klub sepakbola kebanyakan, PSS juga punya pendukung fanatik (ultras, bahkan bisa dikatakan sangat fanatik dan sangat loyal, namanya BCS (BRIGATA CURVA SUD), hampir mirip dengan nama ultras AC Milan Brigate Rossonere. Tapi, jelas ada perbedaannya.


BCS sendiri yang saya tau adalah ultras yang terkreatif yang ada di Indonesia, dan mungkin akan menjadi pelopor perubahan suporter yang lebih modern dan tanpa ada anarkisme didalamnya. Yap, BCS memang beda dari suporter bola lain di Indonesia, seperti:

1. Di BCS tidak akan ada terompet yang dibunyikan. Berkebalikan dengan kebanyakan suporter Indonesia.
2. Di BCS tidak boleh ada yang duduk, sepanjang 90 menit harus berdiri dan terus bernyanyi memberikan dukungan (ini khas ultras).
3.Mengutamakan membeli tiket saat pertandingan daripada membeli merchandise, karena klub lebih membutuhkan itu.
4. Tidak ada lagu maupun teriakan rasialis dan menghina musuh atau wasit.
5.Tidak boleh membawa senjata dalam mendukung.
6. Selalu membakar bomflare.

BCS rules
ULTRAS, SEPERTI APA ULTRAS?

Ultras tidak bisa lepas dari tanah italia. Ultras pertama dalam sejarah Italia adalah sekelompok pendukung klub sepakbola berusia sekitar 15 sampai 25 tahun yang jelas dapat dibedakan dengan model klasik pendukung sepakbola dewasa, yang lahir sekitar akhir tahun 1960an dan awal 1970an. Mereka biasanya berkumpul di bagian paling murah di stadion, biasanya para ultras italia berkumpul di tribun belakang gawang yang lebih di kenal dengan CURVA (Curva Nord, Curva Sud) dan biasanya mereka mendapat keringanan tiket oleh klub, dan dengan segera mereka menjadi sebuah karakter unik dari keseluruhan sepak bola Italia. Mereka sangat dapat dibedakan dengan penonton biasa yaitu mereka selalu berkumpul membentuk kelompok- kelompok dengan banner berukuran raksasa bertuliskan nama kelompok (berdasarkan tempat terbentuknya atau kesamaan orientasi politik) dan memakai pakaian- pakaian militer (hardcore ultra) dengan aksesoris wajibnya yaitu parka, sepatu boot Dr. Marten, pakaian perang dan jaket yang dikalungi syal dengan warna klub yang mereka cintai. (sangat kontras dengan penampilan supporter di Indonesia).

Para ultras biasanya mewakili suatu ideologi, politik, fasisme dan dengan latar belakang yang lain, begitu juga di italia Peran para ultra dalam perubahan sebuah klub di Italia lebih besar perannya dibanding para hooligan di tanah Inggris.

Ultras pertama dan tertua di Italia adalah Milan’s Fossa dei Leoni ( Sarang Singa ) yang didirikan pada tahun 1968, yang kemudian menetap di bagian paling murah di stadion San Siro di sektor 17. Kemudian pada tahun 1969 muncullah Ultras Sampdoria (kelompok pertama yang menyebut diri mereka ultras), diikuti oleh “The Boys” dari Inter Milan. Dan pada tahun 1970an banyak bermunculan ratusan kelompok-kelompok kecil di stadion yang kemudian membentuk kelompok besar seperti Yellow-blue Brigade Verona, Viola Club Viesseux Fiorentina ( 1971), Naples Ultras (1972), Red and Black Brigade Milan, Griffin’s Den Genoa dan Granata Ultras Torino (1973), For Ever Ultras Bologna (1975), Juventus Fighters (1975), Black and Blue Brigade Atalanta (1976), Eagle’s Supporters Lazio dan Commando Ultras Curva Sud (CUCS).

Kode Etik ULTRAS

Di sepakbola Italia, Ultras dikenal sebagai Tuhan didalam stadion, merekalah yang berkuasa. Biasa bertempat di tribun di belakang garis gawang, dimana di tribun tersebut memiliki kekhususan, yaitu polisi tidak diperkenankan berada di tribun ini atau muncul masalah. Seperti kita lihat pada partai Derby Roma – Lazio, dimana ultras dapat membatalkan pertandingan dengan isu ada anak kecil yang ditembak polisi.

Di Italian ultras ini, mereka memiliki tradisi, yaitu pertempuran antar grup ultras, artinya sah-sah aja kalo salah satu grup ultras berkelahi dengan grup ultras lainnya, dan sebagai bukti kemenangan, maka bendera dari grup ultras yang kalah akan diambil oleh sang pemenang. Kode etik dari ultras lainnya ialah, seburuk apapun para tifosi ini mengalami kekejaman dari tifosi lainnya, maka tidak diperkenankan untuk lapor polisi.

Kekerasan juga menjadi hal yang buruk dalam sejarah ultras di Italia, tetapi diluar itu, mereka juga memiliki kode etik tersendiri dalam kehidupannya. Biasanya grup ultras akan bertempat di suatu tribun di stadion di Italia, dan dipimpin oleh seseorang yang disebut CapoTifoso. Masalah timbul apabila ada seseorang (diluar grup ultras) yang telah memiliki tiket resmi, dan sudah antri untuk masuk ke tribun yang kebetulan ditempati ultras dan mendapat tempat yang nyaman, tetapi ketika grup ultras masuk, maka orang tersebut akan diusir dari tempat duduknya, memang tidak fair. Seorang CapoTifoso juga memiliki kekuatan tersendiri di tribun tersebut, apabila ia memerintahkan untuk melempar benda-benda kelapangan, maka akan dilemparkan benda tersebut ke lapangan, tetapi apabila ia melarang, maka tidak ada satupun tifosi yang berani melawannya.

Kekerasan Di Sepak Bola Italia

Budaya kekerasan dalam dunia sepakbola sering diidentikkan dengan kerusuhan antar suporter maupun perkelahian antar pemain dan ofisial tim. Pandangan tersebut tidaklah salah hanya saja tidak selamanya sepakbola itu selalu penuh dengan kekerasan meskipun sepakbola itu sendiri adalah olahraga yang keras.

Kekerasan dalam sepakbola tersebut merupakan evolusi dari budaya Ultras dan hooliganisme yang saat ini telah berkembang ke seluruh penjuru dunia. Hooliganisme tidak hanya mendorong kekerasan di dalam stadion tetapi juga menyebarkan benih-benih kekerasan di luar stadion. Sepak bola Italia menyimpan cerita kelam. Di sana sering kali muncul kericuhan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Terkadang kalau dipikir memang aneh dan memalukan tapi di dalam dunia ultras dan kefanatikan kejadian seperti itu adalah hal yang biasa dan jika sesama keluarga ada sebuah perbedaan prinsip dan ideologi itu hal yang tidak memalukan dan tidak pula aneh, walaupun ultras terkadang mengesampingkan akal sehat karena terkadang terpengaruh alkohol atau pun obat-obatan.
Empat poin inti dari mentalitas ultras adalah:
• tidak pernah berhenti bernyanyi atau melantunkan selama pertandingan, tidak peduli apa hasilnya
• tidak pernah duduk selama pertandingan
• menghadiri permainan sebanyak mungkin (home dan away), tanpa biaya dan tidak mempedulikan jarak
• kesetiaan kepada yang berdiri di kelompok ini dikenal sebagai Curva atau Kop.

Kelompok ultra biasanya memiliki perwakilan yang liaises dengan pemilik klub secara teratur, terutama mengenai tiket, alokasi kursi dan fasilitas penyimpanan atribut. Beberapa kelompok klub menyediakan tiket murah, kamar untuk penyimpanan bendera dan spanduk, dan awal akses ke stadion sebelum pertandingan dalam rangka untuk mempersiapkan display. Hal ini sering menjadi bahan kritikan oleh suporter non-ultras, dan beberapa diantara penonton ultras mengkritik karena tidak pernah duduk selama pertandingan karena terhalang display spanduk dan bendera.


1. ULTRAS AS ROMA




2. ULTRAS AC MILAN





3. ULTRAS JUVENTUS





4. ULTRAS INTER MILAN





DILUAR ITALIA JUGA ADA ULTRAS SIH..


ULTRAS BARCELONA



ULTRAS REAL MADRID


ULTRAS BOCA JUNIOR (ARGENTINA)



HOOLIGANS LIVERPOOL


HOOLIGANS CHELSEA



NAH.. DI SLEMAN, ULTRASNYA SEPERTI INI NIH…..


saya ada ditengah-tengah mereka


bukan, ini bukan karena tabung bocor


ini juga bukan ritual kepercayaan baru


sama


suasana Camp Nou ada di Sleman
 

sama


ini semacam manusia laba-laba telanjang (spiderman-stripper)


saya gak yakin kalo orang ini lahir dalam keadaan seperti ini (berwajah un-identified)


hujan kertas roll di tanah air sendiri

nah, pas yang ini saya nonton.. saya ada di tengah-tengah angka sembilan #cumainfo

formasinya ada di tribun.. ajaiib

sekali lagi, ini bukan kebakaran

DAN.. INILAH VIDEO AKSI DARI BRIGATA CURVA SUD!!

yang ini pas pertandingan liga terakhir di kandang..

ini WALL OF DEATH nya Sleman

dan ini diluar stadion……


Sebenarnya masih banyak lagi foto-foto dan video tentang ultras asli Sleman ini, ada disini


FORZA SLEMAN!! 


NB : FOOTBALL WITHOUT ULTRAS IS NOTHING

RANGER MERAH, How I’m Proud to Be!!

Saya Wisnu, 19 tahun, single, salah satu rangermerah, dan suka ngupil
sori, jangan muntah, ini rangermerah edisi terbaru
Memang. sedikit janggal dengan ranger merah.. apa saya anggota power ranger? Apakah saya masih ada hubungan darah sama power ranger merah? Ataukah saya suka sempak warna merah?…… ya, pertanyaan yang tidak mutu.. tapi, bukan itu masalahnya… (simpan ranger merah buat cerita dibawah)
Jadi gini, kemarin saya berusaha buat rapi-rapi kandangkamar. Tanpa saya duga, banyak sampah berserakan, kertas-kertas berhamburan, kaos kaki bergelimangan, sempak beterbangan, dan bencong berdandan, *ini kamar apa gudang??.. yah, memang, kamar saya sudah lebih enam beberapa bulan tidak saya jamah. Masuk kamar hanya buat numpang tidur setelah lewat jam sebelas malam sampai jam enam. Jadi mindset dikepala saya; buat apa bersih-bersih kamar kalo hanya buat tidur saja. Sekotor apapun gak akan terasa kalo tidur.
Tapi, semua berubah sejak saya gak bisa-bisa tidur karena mencium bau tai cecak. Entah dosa apa saya sampai ada cecak berani pup dikamar saya! Terpaksa jadi mencari-cari dan membersihkannya, yang akhirnya nemu di samping kasur, oh shit! (silakan duduk). Setelah membersihkan tai cecak itu, saya jadi lihat-lihat lagi ke sekeliling kamar. Tenyata memang kamar saya sudah kotor dan berantakan sekali, seperti kapal jatuh, pecah, dibanting, dinjak-injak, disapu, diserok, dimasukan ke tong sampah, dibuang kekali (kapal pecah versi mainan).
Nah, pas bersih-bersih kamar (yang terasa seperti bersih-bersih stadion senayan) itulah, saya nemu buletin HMPG edisi OSPEK saya. Iseng-iseng saya buka, saya baca, terus saya ajak bicara.. jadi keingat; wow, saya pernah ababil,, (ehm bukan, bukan ini).. wow, dulu saya pernah merasa pengen bisa seperti kakak-kakak angkatan yang eksis di HMPG (karena prestasi tentu saja).
Ya, sebelum saya pertama ospek dan masuk kuliah, saya biasa-biasa saja ketika lihat pengumuman penerimaan SNMPTN di webnya. Bahkan jujur saya sempat kecewa, karena saya gak keterima di Teknik Mesin UNY, pilihan pertama saya. Saya keterima di pilihan kedua, yaitu Pendidikan Geografi UNY. Motif pemilihan jurusan saat itu, jelas pilihan pertama karena saya berasal dari SMK mesin, dan pilihan kedua karena pelajaran yang paling asik selama sekolah dulu adalah Geografi, bukan apa-apa, soalnya dulu pas SMP pelajaran ini yang paling sering kosong, karena kekurangan guru Geografi..hahaha
Tapi, perasaan biasa-biasa saya berubah saat saya mendaftar OSPEK, saya lihat stan jurusan Geografi lebih menarik daripada stan-stan jurusan lainnya, ada semacam kekuatan yang menarik saya kesana (entah apa) dan membisikkan kata “datanglah, datanglah kau pria ganteng….” dan akhirnya saya kesana, karena memang tujuan saya kesana untuk mendaftar OSPEK. Ditambah kakak-kakak yang jaga stan ramah dan lumayan helpfull (penuh bantuan, mungkin mantan pemadam kebakaran).
Kesan beda pada HMPG (himpunan mahasiswa pendidikan geografi) bertambah saat display ormawa pas OSPEK universitas di GOR UNY dan di OSPEK fakultas. Di GOR, display hampir berbarengan dengan semua ormawa seluruh UNY dan UKM-UKMnya, tapi HMPG tetap kelihatan beda dari ormawa lainnya. Mereka membawa spanduk besar, tenda dome dan banyak lagi, pokonya beda dari ormawa-ormawa lain (lebih  menarik).
Di display OSPEK Fakultas, HMPG jadi ormawa yang paling keren (menurut saya) karena ada acara bersepeda keliling taman, dan dilakukan oleh banyak orang. Saat itu saya mikir kalau HMPG memang paling kompak dibanding ormawa lain.
Cerita berlanjut ke OSPEK jurusan, dimana OSPEK internal jurusan dilakukan. Memang pas TM pertama kali, kelihatan kalau kakak-kakak angkatan masih kaku. Tapi pas OSPEK jurusan dimulai, suasana kekeluargaan yang penuh dengan canda segera terasa (ini serius). Acara OSPEK jurusan, walau ada pengecekan penugasan (ya iyalah), tapi tidak ada kesan kaku karenanya. Nonton film buatan anak-anak HMPG semakin menambah keakraban. Satu kakak angkatan yang maju kedepan dan memperkenalkan dirinya sebagai RANGERMERAH dengan wajah tanpa dosa bilang “saya adalah RANGERMERAH”.. membuat saya kebelet buat memakai baju kebesaran mereka: RANGERMERAH.
Saat itu, saya melihat orang-orang yang ada di OSPEK jurusan beda banget dengan orang-orang yang ada di OSPEK fakultas maupun di OSPEK universitas. Mereka (HMPG) lebih simple, lebih apa adanya dan tanpa slogan-slogan yang membosankan daripada orang-orang di OSPEK fakultas. Waktu itu, saya berkata dalam hati; “wow, saya beruntung bisa masuk disini, dengan orang-orang dan suasana yang menyenangkan juga membangun” (bukan, bukan pabrik semen)
Saya lebih suka orang yang jujur, apa-adanya, dan lebih mengutamakan tindakan nyata daripada berteori dan berteriak sloganistis (they are just dump shit I know). Orang-orang seperti ini hanya saya temukan di HMPG, bukan di Fakultas maupun di Universitas.
OSPEK jurusan sukses merubah mindset saya pada HMPG.
Hari-hari pertama masuk kuliah saya seperti yang terjadi pada umumnya: masuk hari pertama dan sukses telat setengah jam-> mulai kenalan dengan teman baru-> mulai banyak teman-> mulai nyari teman yg baik dan bisa diutangi (hehe)->  tau toilet ada dimana-> pipis ditempat yang seharusnya-> LULUS. (terlalu cepat, sepertinya).
Beberapa acara yang punya arti penting dalam perjalanan saya jadi Rangermerah:
      1. ESCARPMENT di Parangtritis. Kami para maba yang masih imut dan sedikit labil, dibawa dalam satu acara bernama Escarpment. Semacam OSPEK jilid 2 yang lebih keras dan lebih menantang (se-menantang iklan susu Bebelac) , we did it. Jalan kaki dari pantai (entah apa namanya) ditimur pantai Kuwaru sampai ke pantai Samas, ditambah jalan malam di hutan cemara dan padang pasir pantai Depok. Dan berakhir pas subuh. Dengan beberapa pos yang.. horor.
Pelajaran: ESCARPMENT membuat saya jadi mikir kalau selain kebersamaan dan kekeluargaan, di HMPG juga harus punya ketahanan dan keberanian.
muka-muka lusuh sesaat setelah penyiksaan… saya gak ada   #buka banci poto
      2.  MAKRAB di Kaliurang, acara ini lebih nyantai daripada escarpment karena gak ada acara renang dipasir dan nyium bumi-nya. Full seneng-seneng dan pengakraban, mulai dari anak angkatan 2011 sampai angkatan 1984 (setelah diteliti lebih lanjut, ternyata adalah dosen). Acaranya yaitu; game, pensi dan outbond.
Pelajaran: Dari sini, mengenal dan mengakrabi keluarga yang lebih tua adalah hal mutlak yang harus dilakukan.
foto diambil dari jarak tiga kilometer……. saya gak ada.. #bukan banci poto
            3.  SEMARAK Geografi, ini acara hima (HMPG) pertama yang saya ikuti. Awalnya iseng buat ndaftar jadi panitia SEMARAK Geografi bareng salah satu teman, dan yang ketrima adalah saya. Entah motivasi apa saya memilih Seksi Perlengkapan (perkap) untuk acara ini, yang jelas mulai saat itu, setiap acara HMPG saya selalu jadi kru perkap.
      Acaranya sendiri berupa gabungan dari beberapa acara besar, seperti; SEMINAR NASIONAL, LKTI, LOMBA POSTER, dan LCCG. Yang saya tau acara ini akan jadi even besar yang menarik peserta dari berbagai kota di Indonesia, yang saya gak tau, jadi kru perkap membuat saya harus mengalami disfungsi tulang dengkul saking lelahnya.
Pelajaran: mulai detik ini, saya berharap bisa pensiun dari status Perkap-Man.
 ini pas evaluasi selesai acara, saya gak ada…. #bukan banci poto
  
            4.  OPEN RECKRUITMEN dan UPGRADING HIMA
Sewaktu ada pengumuman akan ada open reckruitmen HMPG, tanpa pikir panjang, saya langsung tertarik dan minta formulir pendaftaran. Saat itu mendadak saya jadi galau, beberapa pertanyaan dan pilihan bidang yang akan dituju, sukses membuat saya sampai minta petunjuk pada pohon pisang samping rumah yang konon ada penunggunya, semacam siluman piring dan gelas (karena jadi tempat pembuangan pecahan kaca).
Jujur, saat itu saya bingung mau milih bidang apa. Mau ke KESVOMA (kesejahteraan dan advokasi mahasiswa) tapi menyejahterakan diri sendiri saja masih angin-anginan, mau ke MIBA (minat bakat) satu-satunya bakat yang saya punya adalah main kelereng tanpa peraturan, atau mau ke JI (jurnalistik & informasi) tapi satu-satunya acara berita yang saya sukai adalah Silet.
Akhirnya saya milih Kesvoma dan JI, setelah tau kalau pendaftaran jadi ketua HMPG sudah ditutup. Dan saya keterima di JI.
UPGRADING HIMA memberi banyak pelajarannys, terutama banyak hal tentang keorganisasian, dan kepemimpinan.
Pelajaran: langkah pertama dan utama untuk melakukan sesuatu dan memberi kontribusi positif dalam satu lingkungan adalah masuk kedalamnya.
 tau kan.. mana yang paling cakep gembel,, yak betul, tepat dibelakang pria berkacamata frame putih
Sampai sekarang saya masih sempat mikir dan bilang dalam hati dengan ketidak-percayaan “wow,  rangermerah itu sekarang sedang saya pakai”. Seorang kakak angkatan pernah berkata (entah siapa dan dimana), kalau “rangermerah, selain membuat bangga pemakainya. Juga berarti si pemakai memiliki tanggungjawab sebagai seorang ranger (pecinta alam)”, dan saya jadi ingat warna merah adalah lambang keberanian.
Ya, saya mengerti, mencintai alam juga mebutuhkan keberanian, terutama keberanian melawan diri sendiri yang penuh ego dan penuh nafsu merusak. 
 (tanda panah) ranger merah bertampang idiot
 rangermerah-nya banyak, yang paling gembel ada dipojokan……  #dingin
 berasa seperti Tarzan yang sedang membabat singa rabies
 foto RANGERMERAH paling ganteng: hasil perkawinan silang antara rangermerah palsu dengan siluman bungkus laptop