hal-hal yang tidak seharusnya terpikirkan, dan entah mengapa jadi terpikir

Kata orang yang sudah pinter dalam dunia blog; kalo mau ngeblog,
tulislah perasaan paling kuat yang lagi kamu rasakan.
Oke, in those simple things that called ‘my life’, suatu saat saya juga pernah merasa bingung dan sedikit heran, bukan pada satu hal tapi pada semuanya. Dan perasaan terkuat itu saya rasakan saat ini.
Hal simple yang selalu membuat saya heran dan bingung (mungkin juga semua orang) yaitu dua kata “jatuh cinta”. Simple, padat, singkat, tapi kalo tersengat bisa bengkak, sakit rasanya (ini lebah apa semut angkrang).
Orang waras: Kenapa bingung dengan jatuh cinta??, memang gak ada topik lain yang lebih mutu dari ini?!..
Orang gembel: iya, iya, selain gembel, saya juga sedikit lebay punya perasaan. Makanya saya mbahas ini.. nah gitu!!
Orang waras: o gitu.. oke , lanjutkan saja.. oiya ingat, jangan sambil makan rumput lagi.. kemarin rumput tetangga lebih hijau (iklan rokok)..
Orang gembel: awas ada pesawat jatuh!!
(ini kok jadi nggak mutu gini??)
Kembali ke topik.. intinya, saya selalu heran kalau lihat orang yang jadi gak punya otak, sedikit gila, dan mau melakukan apa saja kalau sedang jatuh cinta. Iya, pasti teman-teman juga tau soal ini, dan mungkin teman-teman juga sering (minimal pernah) merasakan satu hal yang membuat sebagian besar orang jadi gila; “jatuh cinta”.
Ya, banyak sekali keanehan-keanehan yang terjadi saat orang sedang jatuh cinta; sama seperti ketika Spongebob berhasil hidup didaratan dan jadi pengusaha katering yang sukses, kelihatannya aneh sekali…
Langsung saja, berikut beberapa keanehan yang selama ini saya tangkap dan saya anggap aneh saat orang sedang jatuh cinta:
1.  Suka memberi COKLAT, BUNGA, atau BONEKA
Saat sedang jatuh cinta atau sedang PDKT (pendekatan), biasanya orang, baik cowok maupun cewek akan sering memberi hadiah satu sama lain. Meskipun gak ada hari spesial apapun saat itu (ya, jatuh cinta gak kenal hari). Dan menurut saya tindakan seseorang memberi coklat, bunga atau boneka sangat tidak efisien.. karena barang-barang itu, selain gak bisa dijual kembali, juga gak bisa buat jaminan kalau mau ngutang #mentalgembel.
Berikut penjelasannya:
        a.       Si pemberi COKLAT, sambil ngasih coklat ke pasangannya, seolah-olah dia mau ngomong: “selamat makan sayang, dan selamat atas naiknya berat badan sekitar 5 kilo setelah makan coklat ini” (kalori sepotong coklat lebih besar dari upil seekor Godzilla).
        b.      Si pemberi BUNGA, sambil ngasih bunga ke pasangannya, seakan dia juga ingin bilang: “maaf sayang, sekarang memang lagi musim duren, tapi tadi pas aku mau beli duren, ternyata durennya sudah diborong oleh raja minyak. Jadi terpaksa aku beli bunga buat kamu. Untuk menghargai pemberianku, please sekarang bunganya dibelah, terus isinya dimakan!!..
 
        c.       Si pemberi BONEKA, agar kelihatan perhatian, dia memberi boneka dengan tujuan agar bisa mewakilinya buat menjaga si cewek saat dia tidak ada. Padahal jelas, BONEKA mau makan sendiri aja gak bisa, apalagi disuruh buat menjaga orang. Kalau ada perampok, paling, bonekanya cuma buat ganjel pintu oleh perampoknya.
      #sori jadi emosi, penulis trauma dengan boneka.
2.  Tukar-tukaran gombalan yang melibatkan binatang
 Jujur saya gak paham dengan jalan pikiran orang-orang yang sering memberi gombalan-gombalan yang bawa-bawa binatang dalam gombalannya. Sebagai contoh: “Kalau kamu jadi madu, aku jadi lebahnya”, “kalau kamu bunga, akulah kumbangnya”, atau “kalau kamu ayam, aku yang jadi tampungan kotorannya (biar bisa bareng terus)”, “kalau kamu kumbang, aku jadi sepedanya (sepeda kumbang). Double hoek.
Seolah-olah si penggombal mau mengaku kalau dirinya adalah siluman lebah, atau siluman kumbang, atau siluman ayam (whatsever), tapi malu buat mengakui. Jadi dia membuat pengakuan secara tersamar dengan gombalan binatangnya.
Menurut saya, what you have with your love now, lebih dari analogi yang melibatkan binatang.
The most primitive and the most honest form of telling how what your feel is: “I love you”. no more, without animal and flower of course.
3.       Menghubung-hubungkan semua hal dengan astrologi (zodiak)
Ini hal selanjutnya yang membuat saya bingung juga. Atas dasar apa cocok atau tidak cocoknya satu pasangan ditentukan oleh masing-masing zodiak?!.. misalnya dalam sebuah majalah yang memuat tentang ramalan mingguan astrologi, disana dituliskan kalau zodiak Libra dan Virgo sedang tidak cocok dan akan mudah bermasalah minggu ini. Dan semua tulisan itu menyebabkan satu pasangan jadi putus hanya karena si cewek berlangganan majalah tersebut. Sangat-sangat konyol, triple hoek.
Sewaktu SMP, saya pernah punya teman yang gagal jadian dengan seorang cewek (padahal dilihat-lihat mereka sudah saling suka) hanya karena dia gak sengaja membaca ramalan bintang. Yang berisi: zodiaknya (entah apa, saya lupa) sedang mengalami masa sulit dalam hal belajar, jadi disana tertulis “minggu ini, orang-orang *zodiak* sedang mengalami ketidak-fokusan dalam pelajaran, karena terlalu sering menunda-nunda waktu belajar dan stres akibat masalah percintaannya”.
Berhubung waktu itu hampir ujian semester dan dia termasuk murid pintar dikelas, dia jadi melupakan PDKT dengan cewek tersebut dan jadi terus-menerus belajar padahal nilainya juga masih tinggi (dibanding saya). Quatrik hoek.
Sejak saat itu, saya mulai gak percaya kalau ramalan bintang bisa membuat saya jadian dengan Nikita Willy.
4.  Update status facebook atau twitter setiap 2 detik sekali.
Awalnya saya juga ragu kalau jatuh cinta bisa mempengaruhi intensitas seseorang buat update status di jejaring sosial. Tapi belakangan ini, saya coba sedikit mengamati orang-orang yang menulis status tentang  cinta, juga dengan frekuensi yang amat sangat padat.
  
Sebagai contoh, kemarin saya nemu seseorang di facebook dengan nicname *tiit*luphchyankqu Pholephel Tagkandmatii, yang statusnya saya amati dari jam 3 sore sampe jam 3.50, ternyata dia sudah update status sampai 15 kali!! (entah, kenapa saya jadi memperhatikan hal gak penting ini) berarti dia update status hampir 3menit sekali!!, mungkin modemnya secepat mobil ferari atau lamborgini.  
Berikut beberapa update statusnya: 

Lagi nunggu cyangku futsal. 40 menit yang lalu 
Ih, panas banget.  40 menit yang lalu 
Main angry bird dluu. 40 menit yang lalu 
Aduh langsung mati. 40 menit yang lalu 
Kok tambah panas sihh. 39 menit yang lalu 
Main angry bird lagi ah. 38 menit yang lalu 
Eh salah pencet, mati deh.. 38 menit yang lalu 
Dan gitu terus sampai kiamat.. 
Mungkin ada perasaan yang beda ketika seseorang sedang jatuh cinta kemudian punya perasaan unuk perlu membaginya dengan orang lain. Tapi menurut saya itu gak perlu, ITU GAK PERLU!!
Memang teknologi telah merubah kehidupan manusia, katakanlah begini, jika seseorang menikah karena kenalan di facebook, bagaimana jika facebook tidak diciptakan? Bagaimana jika komputer tidak diciptakan? Bagaimana jika Bill Gates pada waktu itu meneruskan kuliahnya di Harvard Law dan melupakan mimpinya untuk membuat personal computer? Maka komputer (windows) tidak akan ada, facebook tidak punya wadah, dan dua orang ini tidak akan kenalan. Mereka mungkin akan menikah dengan orang lain, dan cerita hidup mereka akan absolutey berbeda. Setiap elemen-elemen dalam semesta ini mempertemukan kita ke jalan yang kita ambil. Apa ini semua sudah diatur, atau kita membuat ilusi bahwa sesungguhnya kita bisa mengatur ini… 
Entahlah, malah jadi ngaco. 
Nah, itu  beberapa hal yang dari tadi mengusik saya, meskipun saya sedang tidak jatuh cinta, tapi saya sangat memahami bagaimana orang-orang bisa menjadi aneh ketika tersengatnya. Dan disitulah seninya.


There. The first rule of blogging: write what you feel. Safely done.
(Raditya Dika)
Advertisements

First Love (A Crazy Little Thing Called Love)


Ya, judul diatas adalah judul sebuah film Thailand.

Entah kenapa, saya gak pernah se-galau mikir ini setelah nonton film, memang saya bukan maniak film atau orang yang kalau lihat film harus selalu bagus apalagi orang yang dengan mudah menilai setiap film dengan dua vonis, bagus dan jelek. Menurut saya banyak hal yang membuat film jadi enak untuk dilihat, video buatan sendiri dengan camdig-pun akan enak untuk dilihat, dan gak harus selalu bagus.

Jadi kemarin saya nonton sebuah film yang berjudul First Love (A Crazy Little Thing Called Love) film ini film Thailand buatan tahun 2010. iya, saya juga baru tau kalo di Thailand ada film kayak gini, karena film Thailand setau saya kalau bukan film horor, ya film laga, atau film gajah-gajahan. Atau kalau gak malah campuran antara film horor gajah yang suka silat, entah kalau di film horor, gajah jadi pocong atau suster ngesot..

Ini cover film First Love; A Crazy Little Thing Called Love

Dari judul filmnya sih sudah keliatan kalo ini adalah film tontonan REMAJA-ABABIL-CEWEK-YANG RENTAN GALAU, atau lebih tepatnya ini film akan drama abis. Tapi, gak ada setan gak ada ketan, kemarin pagi, seperti biasa dikos-an teman yang selalu jadi pos tiap selesai kuliah ada satu teman yang cari-cari film buat ditonton bareng. Dan dia nyetel film itu, entah apa yang dipikirkannya. Saya sempet kepikir buat membawanya ke psikolog karena kondisi kegalauannya sudah sangat kronis (bisa-bisanya seorang pria normal nyetel film yang dari judulnya sudah keliatan bencong parah). Jadilah hari itu, kami sekelompok pria ganteng nyaris jantan yang nonton film drama dengan adegan nangis-nangis bareng.

Tapi… ya itu tadi, seperti yang saya bilang diawal. Film-nya cukup bagus dan sukses membuat kita nangis bareng (sori bercanda). . saya suka dialog dan quotesnya, simpel dan mengena. Alurnya lancar (maksudnya gak ada polisi tidur gitu) endingnya bagus, walaupun ceritanya mudah ketebak dari awal.

Inilah satu film yang pernah saya lihat yang bisa bikin saya jadi mikir dan senyum-senyum sendiri, sambil berkali-kali nepuk jidat dan teriak kecil “kamfret, ini film gue banget”…  tentu saja gak se-ekstrim difilm. Tapi saya jadi mikir kalau tokoh di film adalah personalisasi diri saya beberapa waktu lalu, bedanya difilm tokohnya cewek.

Ceritanya tentang seorang cewek yang suka sama kakak kelasnya, kakak kelas (cowok) ini cakep, mirip bintang bokepkorea, selanjiutnya disebut CMBB (cowok mirip bintang bokep), cewek ini pada awalnya adalah seseorang yang biasa-biasa saja dan bisa dikatakan warga kelas dua disekolah. Mukanya biasa saja dan lebih mirip patung gerabah yang dicat menyerupai kulit manusia, bodinya persis triplek; rata, keras, dan cocok dengan cat jenis apa saja, bedanya kalau dipaku bisa teriak, selanjutnya disebut CPG(cewek patung gerabah).

Cewek ini.. yaa, khas cewek ababil lah, gak perlu ditulis. Jadi, pada satu kesempatan CPG jadi tokoh utama dalam drama disekolahnya (drama lagi!, hoek) CPG yang memang sudah berusaha berubah dari pertama, akhirnya nemu jalannya, disaat yang sama CMBB adalah kru drama tersebut. Pada satu latihan, dimana muka si cewek sudah dimake-over (dibuat-berlebihan) dan tiba-tiba pemeran utama cowok gak bisa datang, dan si CMBB lah yang jadi penggantinya, hingga pada satu adegan cewek ini hampir jatuh dari pangung dan ditolong oleh CMBB, bisa dibayangkan adegannya seperti apa.. lebih menjijikkan dari ingus gajah. Tapi disitulah Turning Point-nya.

Semakin hari, CPG berubah jadi cantik (banget) mirip bintang bokep korea juga, entah kenapa saya juga heran. CPG juga semakin populer karena tidak sengaja ditunjuk untuk jadi mayoret di marching band. Hingga suatu hari saudara CMBB datang untuk pindah sekolah kesana. Dan jatuh cinta pada CPG, si CMBB yang sebenarnya juga suka jadi gak pernah bisa menyatakan cintanya ke CPG karena CMBB dan saudaranya ini pernah berjanji untuk gak pernah jatuh cinta pada satu cewek yang sama… oh, so sweat (sangat berkeringat!)..

Finally, pada perpisahan kelulusan, CPG yang jadi rangking satu dan akan pergi ke Amerika, memberanikan diri buat nembak CMBB, tapi ternyata si CMBB baru saja jadian sama teman sekelasnya.. ohh so kampret!!, padahal si CMBB ini juga punya perasaan yang sama. Nah adegan nangis-nangis darahnya dimulai disini, si CMBB yang dari pertama juga suka sama CPG ternyata membuat diary foto, dan semua isinya adalah foto si CPG. Diary tersebut bercerita tentang si CMBB yang mengagumi CPG sejak awal si CPG belum berubah jadi cantik. Diary ini kemudian diberikan ke CPG dengan ditinggalkan di depan rumahnya. (isi diarynya bikin nangis-nangis dan jadi ragu sama orientasi seksual sendiri).

Endingnya, ceritanya sembilan tahun kemudian, saat CPG pulang dari Amerika ke Thailand untuk fashion show (ceritanya CPG jadi desainer), si CMBB nembak dan melamar CPG di acara TV dimana CPG sebagai bintang tamunya. Tamat.

Sudah baca…. trus kenapa saya bisa bilang cerita di di film ini mirip dengan saya??!…

Jadi, kemiripan yang pernah saya alami terjadi dijaman SMA kelas dua, saat-saat kritis sebagai murid SMA. Dimana saya dulu dikenal sebagai anak ingusan yang alergi pada pelajaran, jadi kalau sedang pelajaran bawaannya jadi kedinginan dan gatel-gatel. Berangkat sekolah cuma buat numpang tidur.Jangankan dapet nilai bagus, bisa ikut ulangan juga sudah membanggakan.

Saat itu saya baru saja kenalan dengan cewek dari SMA tetangga, dia teman sekelas teman SMP saya. Orangnya pinter dan gak macem-macem (the point why I like her), baru awal smsan saja, dia sudah bilang kalau lagi sibuk persiapan olimpiade geografi. Tapi sepertinya dia juga lagi butuh teman.

Hal pertama yang membuat saya jadi minder;
1. Dia sering mewakili SMA-nya buat ikut lomba, sedangkan saya sering minta diwakilkan absen kalau gak masuk (memang gak nyambung).

Hal kedua, disaat anak-anak lain sedang asik main, dia hampir seminggu tiga kali jadi pengajar TPA dikampungnya, bahkan dialah yang ngajak-ngajak teman-temannya buat sekedar ikut kumpul di TPA, bukan buat mengajar dan akhirnya teman-temannya jadi pengajar juga. Saya tambah mikir.
2. Saya TPA aja belum lulus sudah DO!!.

Selanjutnya, hampir tiap malem dia selalu sms untuk sekedar mengingatkan sudah belajar atau sudah sholat apa belum, atau malah mengingatkan ulangan semester sudah dekat. Awalnya saya mengira kalau dia memang perhatian sama saya, tapi kePEDEan saya berubah jadi kemaluan, karena hal seperti ini dilakukannya hampir ke seluruh teman sekelasnya. Entah apa motivasi-nya untuk itu, yang jelas dia memang baik ke semua temannya. Ini hal ketiga yang membuat saya jadi lebih tambah mikir.
3.  Disaat yang sama saya masih belum tau kalau sholat dan belajar itu gak bisa dijamak.

Beberapa hal tersebut mulai mempengaruhi saya, terutama dalam pelajaran. Entah mengapa saya jadi lebih antusias dikelas, jadi lebih teratur ngumpul tugas, dan jadi selalu pengen ngumpul dengan teman-teman yang bisa mikir.

Hal itu berlangsung dari pertengahan kelas dua sampai kelas tiga dimana dia sudah pindah ke Jakarta. Dan hasilnya adalah saat kenaikan kekelas tiga, saya berhasil masuk lima besar dari 36 besar. Dan yang paling penting adalah nilai UN pas kelas tiga, nilai saya berhasil jadi yang terbaik dikelas untuk ujian Matematika (diatas sembilan) dan Bahasa Inggris urutan kedua kalau gak salah. (bukan bermaksud sombong atau pamer, karena memang gak ada yang bisa disombongkan dan dipamerkan dari diri saya).

Mungkin saat itu saya berpikir,”ternyata masih ada seseorang yang seumuran dengan saya yang begitu menghargai apapun yang bisa dilakukan demi ‘kemajuan”. Memang dari dulu banyak teman saya yang kurang bisa seperti itu. Tapi bukan berarti teman saya tidak lebih baik, hanya saya belum menemukan pelajaran seperti apa yang bisa saya temukan dari-nya. Dan saya sempat merasa suka padanya, walau belum pernah mengatakannya.

Memang kita gak sempat lebih dekat atau bahkan jadian, karena kita baru ketemu beberapa kali sebelum dia pindah ke Jakarta dan gak ada kabar sampai sekarang. tapi orang inilah yang saya yakini sudah merubah ‘sedikit’ pandangan saya pada sekolah dan pentingnya buat kehidupan. Ya, dia memang gak pernah menggurui atau nyuruh-nyuruh sedikitpun, tapi saya belajar dari sedikit yang saya tau dari yang dilakukannya.

Motivasi bisa didapat dari siapa dan apa saja, tapi orang yang tepat-lah yang akan membedakannya.

Dan dari film ‘First Love’, saya coba menyimpulkan pelajaran yang memang hampir mirip dengan saya waktu itu:



saat jatuh cinta dengan seseorang, tokoh dalam film menjadikan hal tersebut sebagai inspirasi dan motivasi untuk merubah hidupnya jadi lebih baik. Si tokoh menyiratkan satu pesan dan seolah ingin mengatakan pada kita; 

“inilah usaha saya dan sampai disinilah saya telah mencapainya. Orang diluar sana mengatakannya sebagai keberhasilan, tapi saya hanya akan mengatakan ini sebagai satu langkah kecil agar orang yang saya sukai bisa melihatnya untuk sebentar saja”.

 

Dan ending dalam film menampilkan satu quotes:
“Dia membuatku memakai cinta dijalan yang benar”

Seharusnya semua orang yang sedang jatuh cinta bisa seperti ini.



NB: btw, sekuel film ini “First Love 2: The Sequel 9 Years Gone” akan rilis tahun ini, tapi belum jelas kapan. jadi gak sabar nonton kelanjutannya (nangis-nangis)

Gembel Potong Rambut, Masih Tetap Seperti Gembel

Ya ampun, hampir lupa kalau punya blog. (sekilas seperti teriakan banci)


Ada satu berita yang mau saya kabarkan. Bukan, bukan soal Jupe putus sama gaston…………-_-“

Jdeng deeng daar… (gemuruh petir mulai mengiringi)

Saya CUKUR RAMBUT.. saya POTONG RAMBUT.. saya hampir pipis dicelana..

Yang terakhir itu bohong.

Yap, akhirnya saya potong rambut. Setelah menjalani waktu empat bulan, melalui berbagai rintangan dan  berbagai negosiasi yang alot (dengan ibu saya) akhirnya rambut abstrak nan jelita (agak gak matching kedengarannya) sukses dipotong dengan damai, selamat sentosa tanpa kurang satu apapun.. Dan tidak sampai salah tempat dipemotongan hewan atau disalon kucing.


Memang tidak ada yang menarik dari seorang gembel yang potong rambut, dan sangat tidak layak untuk disebut BERITA. Tapi bukan ini yang penting.

inilah penampakan rambut saya, sesaat sebelum dimutilasi
tidak ada orang yang mengaku rocker bisa se-alay ini

Sebenarnya ibu saya menyuruh cukur rambut sudah sejak dua minggu yang lalu, tepatnya sejak tetangga bilang saya kayak gembel pas lihat saya sore-sore habis main bola, kancutnya dia bilang itu ke ibu saya. Sebenarnya saat itu saya masih bisa membela diri dengan alibi kalau orang yang baru saja main bola, rambutnya tidak akan bisa rapi seperti orang baru mandi, meskipun hal itu tidak berlaku pada rambut saya yang tidak pernah rapi.

Quotes:I’m gembel from my hair (saya gembel dari rambut saya), oiya lupa, from my cash juga..

Tapi semua pembelaan diri saya jadi sia-sia seminggu kemudian pada Minggu malam, 1 April. Jadi ceritanya hari itu adalah peringatan 1000 hari meninggalnya salah satu mbah saya, satu keluarga besar kumpul termasuk saya, anggota keluarga paling keren gembel. Semuanya berjalan normal dan biasa-biasa saja, sampai pada satu waktu dimana salah satu tante saya memperhatikan saya dengan muka aneh, seaneh orang yang baru lihat upil raksasa jatuh dari langit. Bukan, saya bukan upil.
Gak berapa lama tante saya ini mulai tanya ke saya dalam bahasa jawa  “kok rambutmu sekarang kayak gini, perasaan dari kecil rapi-rapi saja”, kemudian saya jawab “faktor keturunan kan, bulik” dan hal ini segera terbantah setelah tante saya menunjuk rambut adik saya yang normal-normal saja. Dengan pasrah saya jawab lagi “yaa, kan sekarang baru model”. (sembari berdoa, semoga suatu saat nanti pasti akan ada model rambut sapu lantai-genic)

Tanpa sepengetahuan saya salah satu Budhe saya juga mendekat ikut gabung dan mulai mengusap-usap rambut saya yang kemudian berubah jadi pengacak-acakan brutal, dan berkata “bener lho Wis, rambutmu kayak pel” secara ngawur saya jawab “iki pel lantai surga je Budhe”, memang waktu itu saya baru saja keramas dan langsung berangkat.

Belum ada yang berani tega menyamakan rambut saya dengan pel...


Tanpa diduga, pembicaraan kami didengar semua orang yang ada disana, berhubung waktu itu acara kenduri sudah selesai dan semua orang juga sudah bersantai. Akhirnya semua orang ini mulai ikut menghakimi rambut saya, (rambut sialan, seharusnya gak usah dibawa). Beberapa mulai menyamakannya dengan sapu dan bulu ayam, bahkan adik saya dengan berani menyamakan rambut saya dengan sarang burung. Satu adegan yang tidak akan terjadi dirumah, sialnya saya juga tidak akan berani menyiksa adik saya didepan keluarga besar. Sejurus kemudian mereka mulai megang dan ngacak-acak rambut saya yang sudah acak dari sananya ini, dengan brutal tentunya. Satu hal yang gak terpikirkan dan baru saya ingat setelah sampai rumah dan masih tercium bau amis adalah, MEREKA BARU SELESAI MAKAN RAME-RAME pas megang-megang rambut saya OH TIDAK!!!!….. amiss!!!

Yang saya maksud orang-orang yang menghakimi rambut saya adalah golongan IBU-IBU-PECINTA INFOTAINMENT DAN AMIRA-SEDIKIT LEBAY dan REMAJA CEWEK-SMASHBLAST-PECINTA DRAMA KOREA-LEBIH LEBAY. Ya, mereka tidak pernah menemukan sosok rocker gembel di infotainment dan sinetron korea mereka .

Teguran untuk potong rambut dari ibu saya tidak terbantahkan kali ini. Ibu saya benar, dia tidak ingin anaknya dinistakan hanya karena liarnya seonggok RAMBUT dikepala.

Dan saya cukur rambut seminggu kemudian, setelah gagal nonton konser JAMRUD di Kridosono.

NB : Semua cerita diatas diambil dari kisah nyata dengan perubahan nama tokoh dan penggambaran kebrutalan kejadian sebenarnya yang diperhalus.