hal-hal yang tidak seharusnya terpikirkan, dan entah mengapa jadi terpikir

Kata orang yang sudah pinter dalam dunia blog; kalo mau ngeblog,
tulislah perasaan paling kuat yang lagi kamu rasakan.
Oke, in those simple things that called ‘my life’, suatu saat saya juga pernah merasa bingung dan sedikit heran, bukan pada satu hal tapi pada semuanya. Dan perasaan terkuat itu saya rasakan saat ini.
Hal simple yang selalu membuat saya heran dan bingung (mungkin juga semua orang) yaitu dua kata “jatuh cinta”. Simple, padat, singkat, tapi kalo tersengat bisa bengkak, sakit rasanya (ini lebah apa semut angkrang).
Orang waras: Kenapa bingung dengan jatuh cinta??, memang gak ada topik lain yang lebih mutu dari ini?!..
Orang gembel: iya, iya, selain gembel, saya juga sedikit lebay punya perasaan. Makanya saya mbahas ini.. nah gitu!!
Orang waras: o gitu.. oke , lanjutkan saja.. oiya ingat, jangan sambil makan rumput lagi.. kemarin rumput tetangga lebih hijau (iklan rokok)..
Orang gembel: awas ada pesawat jatuh!!
(ini kok jadi nggak mutu gini??)
Kembali ke topik.. intinya, saya selalu heran kalau lihat orang yang jadi gak punya otak, sedikit gila, dan mau melakukan apa saja kalau sedang jatuh cinta. Iya, pasti teman-teman juga tau soal ini, dan mungkin teman-teman juga sering (minimal pernah) merasakan satu hal yang membuat sebagian besar orang jadi gila; “jatuh cinta”.
Ya, banyak sekali keanehan-keanehan yang terjadi saat orang sedang jatuh cinta; sama seperti ketika Spongebob berhasil hidup didaratan dan jadi pengusaha katering yang sukses, kelihatannya aneh sekali…
Langsung saja, berikut beberapa keanehan yang selama ini saya tangkap dan saya anggap aneh saat orang sedang jatuh cinta:
1.  Suka memberi COKLAT, BUNGA, atau BONEKA
Saat sedang jatuh cinta atau sedang PDKT (pendekatan), biasanya orang, baik cowok maupun cewek akan sering memberi hadiah satu sama lain. Meskipun gak ada hari spesial apapun saat itu (ya, jatuh cinta gak kenal hari). Dan menurut saya tindakan seseorang memberi coklat, bunga atau boneka sangat tidak efisien.. karena barang-barang itu, selain gak bisa dijual kembali, juga gak bisa buat jaminan kalau mau ngutang #mentalgembel.
Berikut penjelasannya:
        a.       Si pemberi COKLAT, sambil ngasih coklat ke pasangannya, seolah-olah dia mau ngomong: “selamat makan sayang, dan selamat atas naiknya berat badan sekitar 5 kilo setelah makan coklat ini” (kalori sepotong coklat lebih besar dari upil seekor Godzilla).
        b.      Si pemberi BUNGA, sambil ngasih bunga ke pasangannya, seakan dia juga ingin bilang: “maaf sayang, sekarang memang lagi musim duren, tapi tadi pas aku mau beli duren, ternyata durennya sudah diborong oleh raja minyak. Jadi terpaksa aku beli bunga buat kamu. Untuk menghargai pemberianku, please sekarang bunganya dibelah, terus isinya dimakan!!..
 
        c.       Si pemberi BONEKA, agar kelihatan perhatian, dia memberi boneka dengan tujuan agar bisa mewakilinya buat menjaga si cewek saat dia tidak ada. Padahal jelas, BONEKA mau makan sendiri aja gak bisa, apalagi disuruh buat menjaga orang. Kalau ada perampok, paling, bonekanya cuma buat ganjel pintu oleh perampoknya.
      #sori jadi emosi, penulis trauma dengan boneka.
2.  Tukar-tukaran gombalan yang melibatkan binatang
 Jujur saya gak paham dengan jalan pikiran orang-orang yang sering memberi gombalan-gombalan yang bawa-bawa binatang dalam gombalannya. Sebagai contoh: “Kalau kamu jadi madu, aku jadi lebahnya”, “kalau kamu bunga, akulah kumbangnya”, atau “kalau kamu ayam, aku yang jadi tampungan kotorannya (biar bisa bareng terus)”, “kalau kamu kumbang, aku jadi sepedanya (sepeda kumbang). Double hoek.
Seolah-olah si penggombal mau mengaku kalau dirinya adalah siluman lebah, atau siluman kumbang, atau siluman ayam (whatsever), tapi malu buat mengakui. Jadi dia membuat pengakuan secara tersamar dengan gombalan binatangnya.
Menurut saya, what you have with your love now, lebih dari analogi yang melibatkan binatang.
The most primitive and the most honest form of telling how what your feel is: “I love you”. no more, without animal and flower of course.
3.       Menghubung-hubungkan semua hal dengan astrologi (zodiak)
Ini hal selanjutnya yang membuat saya bingung juga. Atas dasar apa cocok atau tidak cocoknya satu pasangan ditentukan oleh masing-masing zodiak?!.. misalnya dalam sebuah majalah yang memuat tentang ramalan mingguan astrologi, disana dituliskan kalau zodiak Libra dan Virgo sedang tidak cocok dan akan mudah bermasalah minggu ini. Dan semua tulisan itu menyebabkan satu pasangan jadi putus hanya karena si cewek berlangganan majalah tersebut. Sangat-sangat konyol, triple hoek.
Sewaktu SMP, saya pernah punya teman yang gagal jadian dengan seorang cewek (padahal dilihat-lihat mereka sudah saling suka) hanya karena dia gak sengaja membaca ramalan bintang. Yang berisi: zodiaknya (entah apa, saya lupa) sedang mengalami masa sulit dalam hal belajar, jadi disana tertulis “minggu ini, orang-orang *zodiak* sedang mengalami ketidak-fokusan dalam pelajaran, karena terlalu sering menunda-nunda waktu belajar dan stres akibat masalah percintaannya”.
Berhubung waktu itu hampir ujian semester dan dia termasuk murid pintar dikelas, dia jadi melupakan PDKT dengan cewek tersebut dan jadi terus-menerus belajar padahal nilainya juga masih tinggi (dibanding saya). Quatrik hoek.
Sejak saat itu, saya mulai gak percaya kalau ramalan bintang bisa membuat saya jadian dengan Nikita Willy.
4.  Update status facebook atau twitter setiap 2 detik sekali.
Awalnya saya juga ragu kalau jatuh cinta bisa mempengaruhi intensitas seseorang buat update status di jejaring sosial. Tapi belakangan ini, saya coba sedikit mengamati orang-orang yang menulis status tentang  cinta, juga dengan frekuensi yang amat sangat padat.
  
Sebagai contoh, kemarin saya nemu seseorang di facebook dengan nicname *tiit*luphchyankqu Pholephel Tagkandmatii, yang statusnya saya amati dari jam 3 sore sampe jam 3.50, ternyata dia sudah update status sampai 15 kali!! (entah, kenapa saya jadi memperhatikan hal gak penting ini) berarti dia update status hampir 3menit sekali!!, mungkin modemnya secepat mobil ferari atau lamborgini.  
Berikut beberapa update statusnya: 

Lagi nunggu cyangku futsal. 40 menit yang lalu 
Ih, panas banget.  40 menit yang lalu 
Main angry bird dluu. 40 menit yang lalu 
Aduh langsung mati. 40 menit yang lalu 
Kok tambah panas sihh. 39 menit yang lalu 
Main angry bird lagi ah. 38 menit yang lalu 
Eh salah pencet, mati deh.. 38 menit yang lalu 
Dan gitu terus sampai kiamat.. 
Mungkin ada perasaan yang beda ketika seseorang sedang jatuh cinta kemudian punya perasaan unuk perlu membaginya dengan orang lain. Tapi menurut saya itu gak perlu, ITU GAK PERLU!!
Memang teknologi telah merubah kehidupan manusia, katakanlah begini, jika seseorang menikah karena kenalan di facebook, bagaimana jika facebook tidak diciptakan? Bagaimana jika komputer tidak diciptakan? Bagaimana jika Bill Gates pada waktu itu meneruskan kuliahnya di Harvard Law dan melupakan mimpinya untuk membuat personal computer? Maka komputer (windows) tidak akan ada, facebook tidak punya wadah, dan dua orang ini tidak akan kenalan. Mereka mungkin akan menikah dengan orang lain, dan cerita hidup mereka akan absolutey berbeda. Setiap elemen-elemen dalam semesta ini mempertemukan kita ke jalan yang kita ambil. Apa ini semua sudah diatur, atau kita membuat ilusi bahwa sesungguhnya kita bisa mengatur ini… 
Entahlah, malah jadi ngaco. 
Nah, itu  beberapa hal yang dari tadi mengusik saya, meskipun saya sedang tidak jatuh cinta, tapi saya sangat memahami bagaimana orang-orang bisa menjadi aneh ketika tersengatnya. Dan disitulah seninya.


There. The first rule of blogging: write what you feel. Safely done.
(Raditya Dika)
Advertisements

Gembel Potong Rambut, Masih Tetap Seperti Gembel

Ya ampun, hampir lupa kalau punya blog. (sekilas seperti teriakan banci)


Ada satu berita yang mau saya kabarkan. Bukan, bukan soal Jupe putus sama gaston…………-_-“

Jdeng deeng daar… (gemuruh petir mulai mengiringi)

Saya CUKUR RAMBUT.. saya POTONG RAMBUT.. saya hampir pipis dicelana..

Yang terakhir itu bohong.

Yap, akhirnya saya potong rambut. Setelah menjalani waktu empat bulan, melalui berbagai rintangan dan  berbagai negosiasi yang alot (dengan ibu saya) akhirnya rambut abstrak nan jelita (agak gak matching kedengarannya) sukses dipotong dengan damai, selamat sentosa tanpa kurang satu apapun.. Dan tidak sampai salah tempat dipemotongan hewan atau disalon kucing.


Memang tidak ada yang menarik dari seorang gembel yang potong rambut, dan sangat tidak layak untuk disebut BERITA. Tapi bukan ini yang penting.

inilah penampakan rambut saya, sesaat sebelum dimutilasi
tidak ada orang yang mengaku rocker bisa se-alay ini

Sebenarnya ibu saya menyuruh cukur rambut sudah sejak dua minggu yang lalu, tepatnya sejak tetangga bilang saya kayak gembel pas lihat saya sore-sore habis main bola, kancutnya dia bilang itu ke ibu saya. Sebenarnya saat itu saya masih bisa membela diri dengan alibi kalau orang yang baru saja main bola, rambutnya tidak akan bisa rapi seperti orang baru mandi, meskipun hal itu tidak berlaku pada rambut saya yang tidak pernah rapi.

Quotes:I’m gembel from my hair (saya gembel dari rambut saya), oiya lupa, from my cash juga..

Tapi semua pembelaan diri saya jadi sia-sia seminggu kemudian pada Minggu malam, 1 April. Jadi ceritanya hari itu adalah peringatan 1000 hari meninggalnya salah satu mbah saya, satu keluarga besar kumpul termasuk saya, anggota keluarga paling keren gembel. Semuanya berjalan normal dan biasa-biasa saja, sampai pada satu waktu dimana salah satu tante saya memperhatikan saya dengan muka aneh, seaneh orang yang baru lihat upil raksasa jatuh dari langit. Bukan, saya bukan upil.
Gak berapa lama tante saya ini mulai tanya ke saya dalam bahasa jawa  “kok rambutmu sekarang kayak gini, perasaan dari kecil rapi-rapi saja”, kemudian saya jawab “faktor keturunan kan, bulik” dan hal ini segera terbantah setelah tante saya menunjuk rambut adik saya yang normal-normal saja. Dengan pasrah saya jawab lagi “yaa, kan sekarang baru model”. (sembari berdoa, semoga suatu saat nanti pasti akan ada model rambut sapu lantai-genic)

Tanpa sepengetahuan saya salah satu Budhe saya juga mendekat ikut gabung dan mulai mengusap-usap rambut saya yang kemudian berubah jadi pengacak-acakan brutal, dan berkata “bener lho Wis, rambutmu kayak pel” secara ngawur saya jawab “iki pel lantai surga je Budhe”, memang waktu itu saya baru saja keramas dan langsung berangkat.

Belum ada yang berani tega menyamakan rambut saya dengan pel...


Tanpa diduga, pembicaraan kami didengar semua orang yang ada disana, berhubung waktu itu acara kenduri sudah selesai dan semua orang juga sudah bersantai. Akhirnya semua orang ini mulai ikut menghakimi rambut saya, (rambut sialan, seharusnya gak usah dibawa). Beberapa mulai menyamakannya dengan sapu dan bulu ayam, bahkan adik saya dengan berani menyamakan rambut saya dengan sarang burung. Satu adegan yang tidak akan terjadi dirumah, sialnya saya juga tidak akan berani menyiksa adik saya didepan keluarga besar. Sejurus kemudian mereka mulai megang dan ngacak-acak rambut saya yang sudah acak dari sananya ini, dengan brutal tentunya. Satu hal yang gak terpikirkan dan baru saya ingat setelah sampai rumah dan masih tercium bau amis adalah, MEREKA BARU SELESAI MAKAN RAME-RAME pas megang-megang rambut saya OH TIDAK!!!!….. amiss!!!

Yang saya maksud orang-orang yang menghakimi rambut saya adalah golongan IBU-IBU-PECINTA INFOTAINMENT DAN AMIRA-SEDIKIT LEBAY dan REMAJA CEWEK-SMASHBLAST-PECINTA DRAMA KOREA-LEBIH LEBAY. Ya, mereka tidak pernah menemukan sosok rocker gembel di infotainment dan sinetron korea mereka .

Teguran untuk potong rambut dari ibu saya tidak terbantahkan kali ini. Ibu saya benar, dia tidak ingin anaknya dinistakan hanya karena liarnya seonggok RAMBUT dikepala.

Dan saya cukur rambut seminggu kemudian, setelah gagal nonton konser JAMRUD di Kridosono.

NB : Semua cerita diatas diambil dari kisah nyata dengan perubahan nama tokoh dan penggambaran kebrutalan kejadian sebenarnya yang diperhalus.