Dua Minggu yang Membuat Terpaksa Menderita Pintar

Atas nama naruto dan Tsunade yang t**eknya gede, saya sedang merasa capek dan lelah, merasa stuck (temennya stick) dengan tugas dan rutinitas saya. Ternyata emang benar teori evolusi Darwin yang mengatakan bahwa semakin kita dekat dengan UTS atau UAS, maka semakin brutal-lah tugas-tugas yang melanda. Entah bener atau salah.

Sebenarnya kalo masalah tugas yang membabi buta, saya sudah sedikit terbiasa sih dengan begitu banyak (dan bangsat) nya tugas-tugas ini. Kalo dipikir-pikir juga emang seperti inilah dunianya mahasiswa dimanapun berada, yaitu: berangkat setiap hari -> nyatet atau mencopy materi -> diberi tugas -> kerjakan tugas ->hampir bunuh diri karena tugas -> ngumpul tugas -> panik menyiapkan ujian -> ujian.. gitu terus sampai kiamat.. dan ketika kita menyadari ini,kita sudah beruban dengan kacamata plus tebal, setebal make-upnya trio macan. Dan artinya itu sudah terlambat, sekali lagi SUDAH TERLAMBAT..
backsound  D’massiv – cinta tugas ini membunuhku

Salah satu hal yang gak bisa  dilakukan selama dua minggu saya mengurung diri dan menggauli tugas-tugas saya adalah main SEPAKBOLA. Dimana biasanya hampir setiap hari bisa main. Ini,kenyataan yang  sangat-sangat menyakitkan sebagai pemain andalan (bohong, jangan percaya). Sampai-sampai tim saya udah tanding dua kali, futsal dan lapangan besar, saya samasekali gak tau. Entah karena saya sengaja gak diberi tau karena kalo ikut akan mengacaukan permainan atau karena saya terlalu lama dipenjara oleh tugas.

Quotes : “rasanya gak main bola dua minggu tu, kayak meluncur bareng ingus akrobatis, menuju rasi bintang, paaliing maaniis”….

Dan kemarin pas sempet keluar , di angkringan teman-teman yang ikut tanding away ke kandang babi musuh, semua ngomongin tentang PERTANDINGAN yang dengan suksesnya dibantai oleh musuh 1-6. Agak memalukan memang, tapi jadi maklum setelah dengar pengakuan kalau lapangan yang dipakai itu seperti lapangan, saking gak pantesnya dibilang lapangan. Jadi kata mereka, lapangannya itu dipinggir kanan-kiri pitak yang keras dan berpasir, terus yang ditengah adalah lapangan becek+jeblok yang kalau jatuh bisa kehisap kedalamnya (ini lapangan ato lumpur hisap. Entah bener atau tidak, seperti itulah kesaksian korban penganiayaan lapangan.

Dan dari cerita-cerita ini, saya menemukan kejanggalan yang amat sangat. Yaitu sebagian besar dari mereka mengaku kena cedera setelah tanding di sawahlapangan musuh. Ada yang bilang cedera engkel atau cedera hamstring, malah ada yang cedera otak (setelah diteliti ternyata otaknya memang rawan gila). Dari nada bicara mereka, terkesan seolah-olah membanggakan cedera yang dideritanya (lecet kok pamer-pamer?!).

Saya, sebagai pemain yang haus akan aksi dan cerita dilapangan mendadak jadi iri, mereka cedera karena sering main membela tim. Sedangkan saya, udah jarang latihan, gak pernah datang kalo tanding. Trus kalo cedera paling-paling keseleo karena salah nendang kerikil waktu mau nendang bola, atau pernah cedera karena kaki masuk kelobang kecil yang setelah dicek, lubang itu ternyata buatan saya sendiri pas menemukan arit dilapangan (iseng-iseng aritnya dipake untuk garuk tanah, maksudnya buat menjebak musuh).
Sangat-sangat tidak elit sebagai pemain bola. Jujur, saya pengen cedera yang masuk akal.

Dan kemarin hari Kamis, seperti biasa, pulang jam 3 lalu segera beranjak meniduri kasur. Seperti biasa juga saat mau latihan, teman-teman suka sms nanya dulu; “bal-balan ora?, futbol gag?” (main bola gak?). Sms mereka baru saya buka tepat setelah memelekkan mata tanda bangun tidur. Dan dengan MATA-DAN–PIKIRAN-KHAS-BARU-BANGUN-TIDUR saya dengan brutalnya bales: “AKU ORA, CEDERA KELAMIN” dan “AKU ORA, GEK CEDERA KELAMIN” (artinya; aku gak main, lagi cedera kelamin). Setelah 15 menit kemudian, saya sadar dan jadi bingung dengan sms sendiri, INI MAKSUDNYA APA????..

Ini , sungguh-sungguh terjadi.

emang gak jelas, jangan protes
20 menit setelahnya, saya baru kepikir buat menyelamatkan diri dari sms yang menistakan ini. Entah berapa teman yang sempat saya bales dengan sms itu, tapi yang pasti mereka akan ber-reaksi dengan kebrutalan tingkat dewa. Melihat kenyataan sehari-hari dan isi pikiran-harian mereka, ada beberapa kemungkinan reaksi biadab dari mereka;

1.       Hahaha, modar koe, salah sendiri terlalu banyak menggauli meja makan..
2.       Hahaha, salahnya terlalu sering main di s***em.. (ini fitnah sebenar-benarnya fitnah!!)
3.       Wah, sekarang aku punya teman senasib!!…

Mendadak saya jadi bingung, saya meratapi nasib, bayangan masa lalu berkelabat dan melayang-layang, saya melihat keatas dan teriak “MENGAPA OH TUHAN???” langit pun jadi kelam dan berputar-putar (ini kok jadi mirip adegan sinetron).

Beberapa langkah penyelamatan yang sempat terpikir adalah ngirim sms ralat ke mereka; “maaf, salah kirim, harusnya ini kedokter kelamin”, atau “sori bro,salah kirim,maksudnya ki ke pacarku”. Tapi kedua alasan ini segera saya urungkan setelah sadar kalo saya tidak bener-bener sakit kelamin dan saya juga tidak punya pacar.

Akhirnya dengan hati yang dipaksa ikhlas, saya pun mencoba pasrah. Mengharapkan keajaiban dan keadilan yang akan dikaruniakan oleh dewa kelamin(?). Semoga tidak ada apa-apa dengan kelamin, maksudnya dengan teman-teman saya.

Mungkin segini dulu postingan curhat-sedikit lebay saya, sempat terfikir buat dimasukkin “Greatest Memories” di radio Yasika FM, tapi saya batalkan setelah tau kalo yang suka ngirim curhat adalah remaja-cewek-ababil yang gak punya temen.

NB: baru tau arti kata dari SHIT ternyata adalah BAB,, jadi kalau ada kata-kata SHIT MOMENT, berarti orang yang bilang ini sedang kesulitan BAB, perlu diberi vegeta..

Studi Tentang Kasus Bunuh Diri Remaja

Dear,, dude, selamat sore.. kali ini saya mau sedikit ngobrol atau berbagi tentang beberapa alasan mengapa sebagian remaja melakukan aksi bunuh diri, bahasa jawanya SUICIDE. Memang sih agak-agak aneh seorang mahasiswa  gembel bisa mbahas masalah-masalah kayak gini. Apa pentingnya buat seseorang (gembel) yang untuk makan aja sulit, atau motivasi apa yang mendorong saya buat mbahas masalah ini.. mumpung belum salah paham, saya mau bilang: ini gak ada hubungannya dengan status jomblosekarat-saya  ini, sekali lagi ini GAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN PREDIKAT JOMBLOSEKARAT..


Jadi kalau sekarang teman-teman baca judul postingan ini lalu berpikir macem-macem kalo ini adalah semacam suicide note (catatan bunuh diri) atau postingan pamitan saya sebelum memutuskan buat nyeduh Baygon cair campur kopi atau ngemil racun tikus karena frustasi sudah terlalu lama jadi JOSER.. itu SALAH BESAR saudaraku! Dan kalau besok pagi ada satu teman atau bahkan detik.com memposting berita bahwa telah ditemukan sesosok ganteng mengambang di jamban akibat overdosis air minum kemasan, ITU BUKAN SAYA!! ya.. pasti tau alasannya, belum ada sesosok gembel yang sudah mati-pun masih di bilang “ganteng”..

Sekali lagi, gak ada dalam kamus hidup saya bahwa jadi jomblo terlalu keren lama bisa menggoyahkan iman seorang anak muda baik-baik seperti saya.. *prok prok prok*
 
Buat saya setiap masalah atau persoalan, sejak dari awal masalah itu muncul pasti ada satu celah untuk menyelesaikannya. Seberat dan serumit apapun masalah kita, akan lebih mudah untuk diselesaikan kalau kita mau berbagi dengan orang lain, istilah lokalnya sharing.. yap, itulah gunanya kita punya teman, sahabat, orang tua, saudara, om tante, nenek, tetangga, atau mas-mas angkringan langganan. Kalau kita memang lagi ada masalah, kita bisa cerita atau curhat, pasti mereka sangat mau kalau sekedar untuk mendengarkan, syukur-syukur bisa memberi solusi atau jalan keluar dari masalah kita.

Tadi sore saya mencoba melakukan penelitian kecil-kecilan dan gak penting buat menganalisa faktor-faktor apa saja yang menyebabkan remaja-remaja ini nekat untuk melakukan bunuh diri. Sumbernya didapat dari berbagai portal berita dan situs-situs psikologi, entah apa artinya psikologi ketua PSSI juga tak tau..

Dan penelitian ini sengaja kuberi judul dalam bahasa inggris, biar gampang masuk jurnal ilmiah internasional…. yaituu uuu uuu:
Discourse of Joint Activity Negativennes Commonly Ordinary Knowledge Teenagers Habbits In Suicide.. disingkat jadi = DJANCOK THIS!..
diartikan secara kacau: “Studi Kasus Tentang Bunuh Diri Remaja: Dengan Metode Pendekatan Pada Aktivitas Negatif Khusus Dalam Pengetahuan Umum”.

 Penelitian ini dilakukan dengan cara survey dan menyebar angket dengan metode sampling (entah apa artinya sampling) yaitu mewawancarai sumber yang pernah melakukan atau terlibat masalah ini. Jadi, saya mendatangi dan mewawancarai orang-orang yang sudah mati dikuburan, karena tema penelitian saya adalah “Bunuh Diri”. dan berikut ini komentar dari beberapa tokoh terkenal mengenai penelitian fenomenal ini:

“Wow, penelitian yang fantastis, saya sudah tidak sabar untuk berhadapan dengan Ac Milan”…
(Josep Guardiola, FC Barcelona coach)
“Saya pikir penelitian ini sungguh realistis!!.. dan saya belum ganti sempak selama seminggu ini”…
(Rio Ferdinand, MUFC Player)
“Saya pikir dia bisa menggantikan saya”..
(Arsene wenger, Arsenal coach)
“Bener mas, orang ini memang suka utang disini, gilanya dia mbayar utangnya tiap satu semester sekali”..
(tukang angkringan sebelah rumah)

Berikut ini hasil penelitian saya yang sudah memakan waktu sampai dua jam kemarin (agak gak meyakinkan sebenarnya buat sebuah penelitian).
 “DISCOURSE of JOINT ACTIVITY NEGATIVENNESS COMMONLY ORDINARY KNOWLEDGE TEENAGERS HABBITS IN SUICIDE” (DJANCOK THIS)
Inilah beberapa penyebab mengapa remaja bisa berpikir sedangkal aliran got, lalu memilih bunuh diri untuk menyelesaikan masalahnya:

 1.  KONFLIK KELUARGA
Yeah, men, ini adalah salah satu alasan paling klasik buat sebagian remaja untuk lari dari kenyataannya,terlalu klasik bahkan udah ada sejak jaman Ken Arok belum lulus kuliah. Dalam sebuah keluarga yang terbilang broken home (rumah yang patah, kok jadi terdengar seperti sarang rayap di `sebatang kayu?!), seorang remaja yang berada dalam posisi ini akan selalu merasa kalau dirinya selalu tidak diterima oleh keluarganya sendiri, dan seolah-olah anggota keluarga lain selalu memikirkan diri sendiri. Ini ironis mengingat anak usia belasan (labil) membutuhkan perhatian lebih dari keluarganya, dan ini tidak ia didapat dari sebuah keluarga yang patah (broken).

Masalah ini memang cukup rumit apalagi buat remaja yang labil dan masih terlalu gampang buat dipengaruhi oleh hal-hal negatif dunia luar, dan masalah keluarga adalah satu faktor pemberatnya.. ibarat pancingan dan pemberatnya, tanpa umpan cacing kering, mana bisa dapet ikan yang besar (ini maksudnya apa??).

Saran:
Satu-satunya hal yang bisa kita lakukan sebagai remaja pasca-labil (lebih dewasa) kalau menemukan remaja labil seperti ini disekitar kita adalah; dekati mereka, ajak ngobrol heart-to-heart. Pahami masalahnya, hibur mereka, dan jadilah sebagai kakak yang baik buat ababil ini. Tapi sekali-kali jangan pernah berpikir buat mencopetnya, walaupun kita lagi butuh banget uang, pokoknya jangan.

2.  DITOLAK DAN DIKUCILKAN DARI PERGAULAN
Ini adalah keniscayaan kalau kamu masih belum menghentikan kebiasaan dan pekerjaan lamamu, yaitu= mencopet, mencalo, menjoki 3in1, menjadi gigolo, merampok, atau memalak.. percayalah saudaraku, gak akan ada hal yang bisa menyelamatkanmu dari kenyataan dikucilkan ini.

Sahabat itu segalanya, iyapps,, bener banget. Apapun yang kita lakukan akan lebih berarti kalau dilakukan dengan sahabat. Ibarat pepatah, tak ada rotan akarpun jadi.. entah apa itu artinya.

Saran:
Kita memang punya teman atau sahabat yang berarti, tapi kita juga punya diri sendiri dan keluarga yang lebih berarti. Jadi, selagi masih berbuat yang terbaik yang kita bisa untuk teman-teman, pasti mereka juga akan membalas sesuai dengan yang sudah kita perbuat. Dengan begitu tidak ada lagi alasan teman kita buat menjauhi kita, walaupun kita membagi waktu kita selain untuk teman kita juga untuk keluarga dan diri sendiri.

3.  MERASA DIPERMALUKAN
Nomor ini khusus untuk yang masih punya kemaluan, eh, maksudnya punya rasa malu. Karena percuma menjelaskan ini pada orang yang gak punya malu (sejujurnya saya juga gak paham, tapi masih punya kemaluan kok). Sebenarnya ini masalah yang simple, tapi bisa jadi masalah besar karena kita sedang membicarakan remaja, yang labil dan gak punya pendirian.

Dipermalukan ini bisa bermacam-macam bentuknya, seperti dipermalukan oleh teman sendiri, oleh pacar, atau dipermalukan oleh orang tua sendiri karena ortu sering ngomong ke tetangga kalo anaknya masih sering ngompol. Misalnya ketika kita pas SMA kelas tiga ada seorang teman yang membocorkan rahasia kalo kita ternyata belum disunat. Daripada menanggung aib yang memang memalukan ini, lebih baik melakukan harakiri (bunuh diri cara Jepang)

Saran:
Daripada memikirkan perkataan orang lain atau teman yang justru akan menyesatkan, lebih baik sering-seringlah mampir ke blog ini.. hehe, dijamin akan jadi pengen lebih cepat bunuh diri.

4.  KONFLIK DENGAN PACAR atau PATAH HATI
Sebenarnya saya gak punya kompetensi untuk menjelaskan nomor ini, mengingat… ah sudahlah. Tapi berdasarkan pengalaman pribadiku sendiri, memang hal ini sangat-sangat berpengaruh terhadap segala gejala yang dilakukan oleh remaja. Seperti saat satu teman sedang jatuh cinta atau baru saja jadian, pasti mereka akan baik sekali dan dikit-dikit menraktir kita. Ini akan berbeda kalau teman kita ini baru saja putus atau ditolak cintanya, boro-boro dia mau menraktir, masih punya niat untuk hifup saja sudah bersyukur banget.

“bila kau mati, ku juga mati”..
“aku adalah kamu, ini lebih dari cinta tapi ini adalah panggilan jiwa, jadi kamu adalah pemanggil jiwaku”…
“kalau kamu bunga aku jadi kumbangnya, dan kalau kamu kumbang aku adalah sepedanya (sepeda kumbang)”……….

Jadi kalau sekarang teman-teman masih dengar kata-kata ini dari pacar, jangan percaya, sekali lagi JANGAN PERCAYA. Lebih baik saat doi lagi ngomong ini, siap-siaplah lem alteco, saat mereka lagi mangap-mangap nggombal, semprotlah mulutnya dengan lem alteco.

Saran:
Pacaran itu enak, tapi lebih enak jadi jomblo, apapun alasannya. Hidup JOSER!!….

5.  TAKUT MENGHADAPI UJIAN
Ini adalah alasan bunuh diri paling absurd menurut saya. Walaupun saya tidak bilang kalau ujian, apalagi ujian hidup (hallah) adalah hal yang mudah. Tapi kalau kita sampai stres bahkan bunuh diri sebelum menghadapi ujian, ini adalah ironi. Kita menyerah justru disaat kita sedang menyiapkan segalanya untuk masa depan kita. Dan orang-orang yang menyerah sebelum berperang adalah pecundang.

Hal seperti ini mulai banyak ditemukan saat sistem ujian kita menggunakan sistem Ujian Nasional (UN). Memang, tanpa kita sadari para remaja banyak mengalami penuaan dini saat menjelang ujian. Seperti; sering pikun, pakai sempak diluar atau gak pake celana saat berangkat sekolah.  Rambut rontok, apalagi kalau kamu sampoan pake aki. Keriput di wajah, karena terlalu berlebihan pake make-up buat mangkal.

Saran:
Berpikirlah positif dan tetap bekerja tekun. Kerja keras kalau tidak dengan tekun sama juga bohong, dan berpikir positif menjaga kita untuk tetap bekerja keras dengan tekun, apapun bentuk ujiannya.
Take it easy.. tidak ada ujian yang tidak bisa dilewati kecuali ujian SIM tanpa calo.


Nah, lima nomor itulah hasil penelitian saya selama dua jam dua tiga menit. Kita adalah anak muda, di pundak kitalah semua cita-cita dan mimpi kita dan orang tua kita sandarkan. Dan tentunya kita juga tidak akan tega kalau melihat orang tua kita sedih hanya gara-gara kebodohan kita dalam menghadapi satu masalah.

Dan yang pasti hal-hal seperti: nyilet-nyilet tangan, ngemix kopi capuccino dengan baygon cair, sarapan racun tikus, gantung diri pake kabel curian, ataupun bakar diri seharusnya menjadi hal-hal paling bodoh yang pernah kita dengar. Jangan sampai masa depan yang sudah kita usahakan sampai disini ini hanya sia-sia saja.

Sekian, semoga bermanfaat. Kalau tidak bermanfaat, bakar saja laptop atau desktop nya!!.

Malam Minggu, Sabtu Malam Yang…

Seperti biasa.. maksudnya seperti malam minggu biasanya, maksudnya lagi seperti SABTU MALAM biasanya. Sori saya lupa Undang-Undang JOMBLOSEKARAT(selanjutnya: JOSER)no 1 pasal 32 tentang penggunaan istilah malam minggu yang haram buat kaum joser setanah air kampung saya.
sekali lagi MAAFKAN JOMBLO MURTAD INI…. sungkem..

Bukan, bukan murtad karena sudah punya gebetan atau inceran, tapi karena sudah terlalu lama menyandang nasib,, ehm, pasti tau sendiri. Emang Sabtu malam bisa dibilang malam yang beda atau spesial jika dibandingkan malam-malam lainnya.

Ini bisa dimaklumi karena pada hari minggu, seperti yang sudah kita ketahui dari jaman Ken Arok masih kuliah adalah tanggal merah, yang berarti hari itu libur. Yang berarti pula kita sebagai ababil salah jalan bisa begadang semau kita, ini berarti semakin banyak anak muda yang keluar pada malam itu. Berarti juga (ehm, emang sengaja dari tadi banyak *berartinya* soalnya biar sedikit dibilang berarti, jangan komen)


Kembali ke topik, seperti biasa, sabtu malam dihidup saya biasa-biasa saja dan gak ada yang terlalu berkesan.. contoh berkesan: pas mau main ke nol kilo, atau ke amplas dalam perjalanan ditilang alien yang ternyata di planetnya dia adalah polisi, atau pas jalan bareng di Malioboro, eh tiba-tiba pacar kena serangan ayan di trotoar (ini sangat-sangat tidak lucu walaupun sangat berkesan). Atau paling tidak yang bisa sedikit mengubah kehidupan saya, tapi bukan mau jadi banci juga maksudnya..

Ini beberapa kegiatan yang hampir setiap sabtu malam selalu saya lakukan dalam sebulan:

1. Sabtu malam, minggu pertama= nongkrong dirumah Gepeng (teman)

2. sabtu malam, minggu kedua= futsal (kalo ada yang khilaf ngajak)
3. sabtu malam, minggu ketiga= nongkrong dirumah Gepeng (teman)
4. sabtu malam, minggu keempat= kumpulan pemuda sekampung, terus nongkrong dirumah Gepeng (temen)
5. sabtu malam, minggu kelima= eitts, nyadar kalo sebulan cuma ada empat minggu,jadi  yang ini gak perlu diisi, lagipula isinya cuma sama aja.

Lihatlah sendiri saudara-saudaraku, begitu monotonnya acara saya kalau ketemu Sabtu malam, sampe-sampe malah kegiatan-kegiatan ini yang bosen sendiri, dan kemarin sore mereka sempet berusaha membius saya pas sedang mandi, untung mereka bodoh, mau membius orang ganteng pake odol.

Pada satu masalah kita tidak bisa menilai atau memandang hanya dari satu sisi saja, karena dalam satu sisi tersebut terlalu subyektif untuk digunakan sebagai titik ukur. Seharusnya saat kita melihat satu masalah, atau yang lebih ekstrimnya melihat kesalahan diri sendiri. Sebisa mungkin untuk tidak menilainya hanya dari satu sisi yaitu diri kita sebagai pribadi, tentu akan sulit.

Tetapi kita sebagai manusia tidak akan bisa mengintrospeksi diri sendiri secara menyeluruh jika kita melihat hanya dari sudut pandang diri sendiri. Memang tidak akan ada manusia yang sempurna, tetapi selalu berusaha untuk lebih baik adalah naluri. (sori jadi sok bener, FOKUS HOY FOKUS!)


Ini mungkin bisa saya terapkan untuk melihat esensi dari Sabtu malam tidak hanya dari satu sisi. Karena seandainya saat kita bilang kalo sabtu malam itu membosankan, bagi orang lain dalam satu waktu tersebut bisa jadi akan bilang kalau malam ini sangat indah. Atau sebaliknya kalau pun kita bisa menikmati sabtu malam, belum tentu orang lain juga menikmatinya.

Bisa saja sabtu malam bagi orang lain berarti:

1. menyelesaikan tugas. 
2. menemani orang tua yang sedang sakit.
3. jalan bareng pertama kali.
4. menikmati ulang tahun jadian.
5. nonton konser band idola.
6. kumpul keluarga.
7. tidak sengaja kumpul dengan keluarga besar karena terjebak hujan.
8. nongkrong dengan teman seperti biasa.
9. menunggu tim kebanggan main diliga.
10. futsal dengan teman-teman.
11. ngobrol dengan tetangga sebelah.
12. ataupun hanya duduk nonton TV dirumah.

Apapun itu Sabtu Malam tetap berbeda dari malam lainnya.


Dan sekarang saat saya selesai menulis ini, sabtu malam sudah berlalu beberapa menit. Sekarang sudah Minggu pagi, entah mengapa saya bergetar saat menulis paragraf terakhir ini.

Tottenham sedang main, tapi sumpah dari tadi wasitnya goblok banget.

postingan yang tertunda

Sebenarnya sudah agak lama saya mau update postingan disini, sekitar tiga belas menit yang lalu, bercanda. Sebenarnya sudah seminggu yang lalu pengen posting diblog, entah tentang apa, yang penting mosting. Postingan ini sedikit tertunda karena cuaca buruk disertai angin kencang disekitar Stadion sehingga pertandingan tertunda (saya nulis sambil lihat AS Roma vs Catania).
By the way (dibuat oleh jalan), beberapa hari ini saya emang lagi agak sibuk, seperti biasanya, jadwal kuliah yang selalu bikin diare dan beberapa kegiatan lainnya sukses membuat saya lupa ingatan buat ngeblog, bahasa latinnya: amnesius mencretitus blogsius.
Beberapa diantaranya: dengan SKS yang sampai 25 untuk semester 2 ini otomatis hampir setiap hari ada 3 mata kuliah atau lebih yang ada di jadwal, walau kebanyakan pulang jam tigaan tiap sore saya berusaha tetep ikut latihan bola yang jadwalnya tiap hari kecuali kalo hujan. Berhubung udah masuk minggu ketiga kuliah, virus tugas udah mulai menyebar (kayak penyakit, tugas emang penyakit buat saya!) dan tiap malem kerjaan saya adalah nonton tendangan si Madun.. eh salah, mengerjakan tugas yang mulai membabi buta ini (padahal tidak ada dokter mata khusus babi, darimana kita tau babi-babi ini buta).
Sehari yang lalu, atau bahasa asingnya kemaren, HMPG baru saja mengadakan upgrading (artinya: penambahan) di Kaliurang, dan jangan tanya siapa lurah disana, selain saya gak tau juga gak penting. Acara ini berlangsung dua hari. Yaa, hampir mirip lah dengan makrab, bedanya upgrading gak bagi-bagi kaos seperti makrab (penting?).
Dan inilah salah satu faktor yang membuat saya kena komplikasi mencret dan amnesia, pagi sebelun upgrading saya bangun jam lima rencana mau gowes ternyata malah hujan, terpaksa gak jadi dan sialnya mau melanjutkan tidur sudah gak bisa, siangnya berangkat dari rumah ke Hima jam 11, menunggu sampai jam 2 siang untuk sampai dilokasi upgrading. Yang paling parah malemnya, selesai raker jam 3 pagi dan tidur sampai jam 8, setelah itu outbond sampai jam 1 siang.
Bisa dibayangkan atau dipikirkan (terserah) dalam 24 jam kemarin saya tidur 5 jam, SEMPURNA!!.. (saya ngetik setengah koma).
Satu hal lain yang saya salahkan atas ketidak-teraturan postingan adalah matinya sinyal wi-fi di SMP depan rumah (FYI: rumah saya berhadapan dengan sebuah SMP), beberapa kali masuk dan nulis password gak bisa-bisa. Otomatis selama seminggu ini saya gak bisa sama sekali hotspot-an dirumah! Saya ulangi, TIDAK BISA HOTSPOT-AN DIRUMAH!! Secara sah dan meyakinkan saya menyalahkan serta menuduh guru TI SMP atau penjaga sekolah yang mematikan akses hotspot setelah pulang sekolah SMP, padahal tiap hari saya pulang sore.
Hanya ada dua doa yang terlintas; semoga mereka kena virus mencret+amnesia stadium Wembley dan semoga Gita Gutawa liat blog ini lalu jatuh cinta pada saya, amiinn ya Allah……
Mungkin segini dulu postingan saya. Selamat malam, kembali kekasur.